MAKKAH, LensaMadura.com – Jamaah haji asal Kabupaten Sumenep mulai bergerak menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) untuk menjalani rangkaian puncak ibadah haji, Senin, 25 Mei 2026.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap dari Kota Makkah menggunakan armada bus menuju lokasi wukuf dan mabit.
Ribuan jamaah asal Sumenep yang tergabung dalam Kloter 77, 78, 79, dan 81 tampak mulai bersiap sejak pagi hari. Mereka akan bergabung bersama jutaan umat Islam dari berbagai negara dalam pelaksanaan puncak ibadah haji.
Suasana khusyuk dan penuh haru terlihat saat para jamaah mulai meninggalkan pemondokan menuju Armuzna. Kebersamaan antarsesama jamaah juga tampak terjalin selama proses keberangkatan.
Salah satu jamaah asal Desa Pandian, Kecamatan Kota Sumenep, Ahmad Robeith Al Faroh, mengaku terbantu dengan adanya slayer atau penanda identitas yang diberikan BPRS Bhakti Sumekar kepada jamaah haji asal Kabupaten Sumenep.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Usmuni yang tergabung dalam Kloter 77 itu menilai penanda identitas tersebut memudahkan jamaah untuk saling mengenali di tengah padatnya jutaan jamaah dari berbagai negara.
“Penanda yang diberikan BPRS Bhakti Sumekar sangat membantu jamaah asal Sumenep untuk saling mengenali, terutama saat berada di tengah keramaian jamaah dari berbagai negara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian BPRS Bhakti Sumekar terhadap jamaah haji asal Sumenep.
“Hal sederhana seperti ini ternyata sangat bermanfaat bagi jamaah, baik untuk koordinasi maupun mempererat kebersamaan warga Sumenep di Tanah Suci,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Khairil Fajar, mengatakan pihaknya bersyukur bantuan penanda identitas tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh jamaah.
“Alhamdulillah, kami bersyukur apabila slayer yang kami berikan bisa membantu jamaah selama berada di Tanah Suci. Di tengah jutaan jamaah, identitas kecil seperti ini tentu sangat berarti,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan dan stamina selama menjalani rangkaian Armuzna yang membutuhkan kondisi fisik prima.
“Kami berharap seluruh jamaah menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, dan mengikuti arahan petugas haji agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” katanya. (*)
