SUMENEP, LensaMadura.com – PT Mahaputera Nusantara terus memperluas jaringan pemasaran rokok Makayasa melalui program bertajuk Operasi Tapal Kuda.
Program tersebut menjadi strategi perusahaan dalam memperkuat distribusi dan membangun pasar di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Perusahaan saat ini mulai membentuk sistem Distribution Control Area di berbagai daerah sebagai upaya menjaga jalur distribusi tetap aktif sekaligus memperkuat pola repeat order di tingkat regional.
Wilayah Jember menjadi daerah dengan perkembangan distribusi tertinggi.
Penetrasi pasar di wilayah itu diklaim telah mencapai sekitar 80 persen dengan pola distribusi yang mulai stabil.
Situbondo dan Lumajang menyusul dengan capaian distribusi sekitar 70 persen.
Perusahaan menilai aktivitas pemasaran di dua wilayah tersebut mulai berkembang melalui pembukaan titik distribusi baru secara konsisten.
Sementara itu, Bondowoso masih berada pada tahap penguatan jaringan distribusi dengan capaian sekitar 40 persen.
Adapun Banyuwangi dan Probolinggo tercatat berada di kisaran 25 persen dengan fokus pengembangan pada pembukaan jalur distribusi awal.
Data perusahaan menyebutkan, ekspansi distribusi di lapangan saat ini mampu menambah sekitar 200 outlet baru setiap hari.
Kondisi tersebut turut meningkatkan pengenalan produk sekaligus memperluas akses pasar di berbagai daerah.
Untuk mendukung stabilitas operasional, perusahaan juga membentuk divisi baru bernama Makayasa Control System (MCS).
Divisi itu bertugas mengendalikan sektor keuangan, distribusi, dan operasional lapangan agar proses ekspansi berjalan lebih terukur.
Selain itu, perusahaan membentuk Satuan Kendali Senyap Makayasa (SKSM) yang berfungsi memantau distribusi, melakukan validasi wilayah, serta mendeteksi potensi gangguan operasional di lapangan.
Direktur PT Mahaputra Nusantara, H Supriyadi, mengatakan penguatan distribusi menjadi bagian penting dalam membangun pasar jangka panjang.
“Ini adalah upaya membangun jaringan, jalur distribusi hidup, dan kekuatan market berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut dia, setelah wilayah Tapal Kuda mulai terbentuk, perusahaan akan melanjutkan ekspansi distribusi ke sejumlah daerah lain seperti Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
“Semua ini baru permulaan. Kami ingin membawa Makayasa berkembang lebih luas dengan semangat ‘Dari Desa untuk Dunia’,” katanya. (*)
