Kamalil Irsyad Pimpin PKB Sumenep Periode 2026-2031, Ini Target yang Disiapkan

SUMENEP, LensaMadura.com – Drs Kamalil Irsyad resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sumenep periode 2026-2031.

Penetapan tersebut menjadi akhir dari rangkaian proses seleksi dan penjaringan kepemimpinan partai yang berlangsung sejak April 2026.

Kepastian penunjukan Kamalil Irsyad diumumkan dalam sosialisasi ketetapan Tim Koordinator DPD PKB Jawa Timur yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026.

Dalam agenda tersebut, DPD PKB Jawa Timur juga menetapkan sejumlah ketua definitif DPC PKB di berbagai daerah.

Selain Kabupaten Sumenep, DPD PKB Jawa Timur menetapkan Anas Buhari sebagai Ketua DPC PKB Jombang, Muhammad Farok sebagai Ketua DPC PKB Sampang, dan Ali Wafa sebagai Ketua DPC PKB Pamekasan.

Kepada media, Kamalil Irsyad membenarkan dirinya telah ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sumenep. Namun, ia menyebut proses administrasi organisasi masih menunggu penerbitan surat keputusan kepengurusan dari partai.

“Saya sudah ditetapkan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Sumenep. Namun untuk susunan kepengurusan dan surat keputusan resmi masih dalam proses,” ujarnya.

Politikus senior PKB itu mengatakan keterlibatannya dalam proses pemilihan ketua didorong keinginan untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat melalui jalur politik.

Menurut dia, politik seharusnya menjadi sarana memperjuangkan kepentingan publik, bukan semata-mata alat untuk meraih kekuasaan.

“Politik adalah media untuk melayani masyarakat. Tujuan akhirnya adalah pengabdian dan kemaslahatan umat,” katanya.

Pada masa awal kepemimpinannya, dia menargetkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat posisi PKB di Kabupaten Sumenep.

Salah satu fokus yang akan dijalankan adalah modernisasi organisasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan dinamika politik yang terus berubah.

Ia juga menaruh perhatian terhadap regenerasi kader dengan memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam aktivitas politik dan organisasi. Menurutnya, kaum muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan partai maupun pembangunan daerah.

“Generasi muda harus diberikan kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam politik secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain mendorong keterlibatan generasi muda, PKB Sumenep juga akan fokus memperkuat hubungan dengan konstituen dan masyarakat yang selama ini menjadi basis dukungan partai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat bawah.

Dia menambahkan, pembenahan tata kelola organisasi menjadi agenda prioritas pada awal masa kepemimpinannya.

Tahap awal yang akan dilakukan antara lain menyusun struktur kepengurusan secara lengkap, merumuskan program kerja melalui musyawarah internal, serta membangun sistem evaluasi yang terukur.

“Pengelolaan organisasi harus dilakukan secara terstruktur. Setiap pengurus memiliki peran yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan bersama,” katanya.

Ia menegaskan PKB akan tetap menjaga nilai-nilai perjuangan yang selama ini menjadi identitas partai. Menurut dia, yang dibutuhkan saat ini bukan perubahan arah perjuangan, tetapi penguatan organisasi agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga berkomitmen menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan partai sehingga setiap aktivitas organisasi dapat dipertanggungjawabkan kepada kader maupun masyarakat.

“Seluruh aktivitas politik harus bermuara pada kepentingan masyarakat. Karena itu, partai harus dikelola secara terbuka, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama,” ujarnya. (*)