SUMENEP, LensaMadura.com – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Batuputih menggelar pelantikan pengurus masa khidmat 2026–2031.
Pelantikan tersebut dirangkai dengan pelatihan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Jannah, Juruan Daya, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Selasa–Rabu, 2–3 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti ratusan guru dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Batuputih tersebut mengusung tema Transformasi Guru NU: Menguatkan Pendidikan Berbasis Cinta untuk Mewujudkan Pembelajaran yang Humanis dan Berkarakter.
Sejumlah pejabat dan pengurus organisasi turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep KH Abdul Wasid, Kasi Pendidikan Madrasah Edy Harianto, Pengawas PPAI Sudarsono, Ketua MWC NU Batuputih H Ali Wafa Erfan, Ketua PC PERGUNU Sumenep Mohammad Sholeh, serta sejumlah pengurus badan otonom Nahdlatul Ulama.
Ketua panitia, Junaidi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pelantikan kepengurusan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan berbasis nilai kemanusiaan.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pendidikan yang lebih humanis dan berorientasi pada nilai kasih sayang dalam proses pembelajaran,” kata Junaidi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep KH Abdul Wasid menekankan pentingnya profesionalitas guru dalam menjalankan tugas pendidikan.
Menurut dia, guru memiliki tiga tugas utama, yakni merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran.
“Modul ajar jangan hanya dipahami sebagai persyaratan administratif, tetapi juga harus dimaknai secara substantif,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan hubungan yang baik antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
“Relasi guru dan siswa bukan sekadar hubungan pekerjaan, tetapi relasi pendidikan yang harus dilandasi tanggung jawab moral,” katanya.
Ketua PC PERGUNU Sumenep Mohammad Sholeh mengatakan organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang pengembangan kapasitas bagi guru Nahdlatul Ulama agar mampu menjawab tantangan pendidikan.
“PERGUNU menjadi wadah belajar bagi guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi,” ujarnya.
Ketua MWC NU Batuputih H Ali Wafa Erfan berharap PERGUNU dapat memperkuat profesionalisme guru melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi.
Kegiatan tersebut ditutup dengan refleksi dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kecamatan Batuputih. (*)
