CV Ayunda Gelar Santunan Akbar untuk 1.000 Anak Yatim dan Duafa di Pamekasan

PAMEKASAN, LensaMadura.com – CV Ayunda Permata Sejahtera menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dan duafa selama bulan Muharram 1448 Hijriah.

Puncak kegiatan berlangsung di gudang tembakau perusahaan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, dengan melibatkan sekitar 600 anak yatim dan duafa, Kamis, 25 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan peserta mengikuti pembacaan selawat dan doa bersama sebelum menerima santunan yang telah disiapkan perusahaan.

Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, Bambang Budianto, mengatakan kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus ungkapan rasa syukur atas usaha yang dijalankannya.

Menurut Bambang, program santunan anak yatim memiliki makna khusus karena ia pernah mengalami masa kecil sebagai anak yatim dan memahami berbagai kesulitan yang dihadapi mereka.

“Saya pernah berada di posisi mereka. Saya tahu bagaimana rasanya tumbuh dalam keterbatasan tanpa orang tua,” kata Bambang.

Ia menjelaskan, santunan kepada 1.000 anak yatim dan duafa merupakan target yang telah direncanakan sejak awal Muharram. Selain kegiatan di Pademawu, penyaluran bantuan juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Pamekasan.

“Target seribu anak ini bukan sekadar angka. Kami ingin menghadirkan kepedulian dan harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain program santunan, CV Ayunda Permata Sejahtera juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial lainnya, seperti bantuan rumah tidak layak huni, santunan lansia dan dhuafa, pemberian beasiswa pendidikan, pembangunan akses jalan desa, hingga program umrah gratis bagi guru ngaji, tokoh masyarakat, dan karyawan.

Bambang menilai dunia usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh para anak yatim dan duafa untuk para donatur serta keberlangsungan usaha perusahaan.

“Ketika mereka mendoakan kami dengan tulus, itu menjadi kebahagiaan dan anugerah yang tidak ternilai,” kata Bambang. (*)