Achsanul Qosasi Dukung Layer Baru CHT, Minta Pemerintah Percepat Realisasi KEK Tembakau Madura

SUMENEP, LensaMadura.com – Tokoh Madura sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Achsanul Qosasi, mengapresiasi rencana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT).

Menurut dia, kebijakan tersebut dapat membuka ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk masuk ke sistem industri yang lebih tertata dan legal.

Achsanul menilai selama ini pelaku usaha hasil tembakau skala kecil masih menghadapi berbagai tantangan untuk masuk ke sistem resmi. Karena itu, menurut dia, negara tidak hanya perlu hadir melalui pendekatan penindakan, tetapi juga melalui pembinaan.

“Layer baru CHT adalah langkah baik. Tetapi bagi Madura, jalan keluar dari kemiskinan membutuhkan kebijakan yang lebih besar, yakni KEK Tembakau,” kata Presiden Madura United FC itu, dikutip dari unggahan Instagramnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut dia, kebijakan penambahan layer CHT dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar lebih tertib serta berkontribusi terhadap penerimaan negara. Namun, ia menilai persoalan tembakau di Madura tidak hanya berkaitan dengan kebijakan tarif cukai.

Dijelaskan, persoalan yang dihadapi tembakau Madura mencakup tata niaga yang belum optimal, posisi petani yang masih lemah, industri rakyat yang sulit berkembang, hingga nilai tambah ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah agar tidak berhenti pada kebijakan teknis terkait tarif cukai, tetapi juga mempercepat penerapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura.

“Layer baru CHT bisa menjadi pintu masuk. Tetapi Madura membutuhkan rumah besar untuk membenahi seluruh ekosistem tembakaunya,” ujarnya.

Menurut Achsanul, gagasan KEK Tembakau Madura telah melalui kajian akademik selama enam bulan yang melibatkan lima perguruan tinggi di Surabaya dan Madura. Kajian tersebut dilakukan melalui diskusi kelompok terarah, seminar, survei, pemetaan wilayah, serta analisis terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Dari hasil kajian tersebut, kata dia, perbaikan tata niaga tembakau menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Madura.

Ia mengatakan KEK Tembakau Madura dirancang untuk membenahi ekosistem industri tembakau secara menyeluruh, mulai dari sektor pertanian, industri hasil tembakau rakyat, pembiayaan, teknologi produksi, pemasaran, hingga pengawasan cukai.

“KEK Tembakau Madura bukan sekadar kawasan industri, tetapi bagian dari upaya menata ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir,” kata Achsanul.

Menurut dia, dukungan terhadap gagasan KEK Tembakau Madura juga telah datang dari empat pemerintah daerah di Madura.

Ia berharap pemerintah dapat melihat KEK Tembakau Madura sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola industri hasil tembakau.

“Layer baru CHT adalah langkah awal yang baik. Tetapi langkah besarnya adalah mempercepat KEK Tembakau Madura,” ujarnya. (*)

Baca Juga