SUMENEP, LensaMadura.com – Proses rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi, Sumenep, menjadi sorotan masyarakat.
Hal itu menyusul munculnya dugaan adanya peserta yang dinyatakan lolos seleksi meski disebut masih menjabat di salah satu pemerintahan desa.
Informasi yang beredar menyebutkan, seorang peserta yang telah ditetapkan sebagai petugas sensus diduga memiliki jabatan lain di lingkungan pemerintah desa di Kecamatan Nonggunong.
Dugaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses verifikasi administrasi dan mekanisme seleksi yang dilakukan penyelenggara.
Salah satu warga setempat, yang meminta namanya dirahasiakan, menyebut apabila informasi tersebut benar, perlu ada penjelasan terbuka terkait dasar penetapan peserta yang bersangkutan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
“Yang dipersoalkan bukan orangnya, tetapi prosesnya. Kalau memang semua sudah sesuai aturan, tunjukkan kepada publik dasar penilaiannya agar tidak muncul dugaan adanya perlakuan khusus,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia berharap pihak penyelenggara dapat menjelaskan secara terbuka mekanisme seleksi, mulai dari tahapan administrasi, hasil tes, wawancara, hingga dasar penetapan peserta yang dinyatakan lolos.
Minimnya informasi mengenai proses seleksi, kata dia, justru berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Terlebih, Sensus Ekonomi merupakan program strategis nasional yang membutuhkan petugas berintegritas, independen, dan profesional,” jelasnya.
Data yang dihasilkan dari kegiatan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi, merancang program pembangunan, hingga menentukan arah intervensi di berbagai sektor.
Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaannya diharapkan berlangsung secara objektif, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.
Sebelumnya, polemik mengenai proses perekrutan mitra statistik di Kabupaten Sumenep juga sempat menjadi perhatian publik.
Munculnya kembali pertanyaan terkait transparansi rekrutmen Petugas Sensus Ekonomi 2026 dikhawatirkan dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat apabila tidak segera dijelaskan secara terbuka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara maupun pihak yang diduga merangkap jabatan terkait informasi yang berkembang di masyarakat.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi guna memperoleh penjelasan yang utuh dan berimbang. Redaksi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi. (*)
