SUMENEP, LensaMadura.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memproyeksikan luas areal tanam tembakau pada musim tanam 2026 meningkat menjadi sekitar 18 ribu hektare.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan luas tanam pada 2025 yang tercatat sekitar 14 ribu hektare.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan proyeksi kenaikan itu didasarkan pada banyaknya lahan yang telah disiapkan petani untuk budidaya tembakau.
“Kalau melihat banyaknya lahan yang sudah dipersiapkan petani, tahun ini kami optimistis bisa mencapai 18 ribu hektare lahan tanam tembakau, bahkan bisa lebih,” kata Chainur, Senin, 22 Juni 2026.
Meski demikian, ia mengingatkan petani untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum memulai masa tanam. Menurut dia, cuaca di sejumlah wilayah masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif meskipun musim kemarau mulai berlangsung.
“Dalam pertanian, cuaca dan iklim menjadi faktor penting. Saat ini masih ada beberapa wilayah yang sering mendung, sehingga petani perlu mempertimbangkan kondisi iklim sebelum menanam,” ujarnya.
Chainur menilai masuknya musim kemarau dapat mendukung peningkatan kualitas tembakau. Apalagi, komoditas tersebut masih memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi.
“Dengan musim kemarau yang mulai masuk, harapannya kualitas tembakau semakin baik karena potensi dan permintaan pasar terhadap tembakau Sumenep cukup besar,” katanya.
Menurut Chainur, aktivitas musim tanam mulai terlihat dari sejumlah petani yang telah melakukan penyemaian benih. Informasi tersebut diperoleh dari laporan penyuluh pertanian lapangan di berbagai kecamatan.
“Kami mendapat laporan bahwa sudah ada petani yang mulai melakukan penyemaian benih tembakau,” ujarnya. (*)
