Cerita Zainul Arifin Antar Anaknya Raih Medali Emas JSO 2024: Dari Patungan hingga Bawa Bekal Sendiri

Zainul Arifin mendampingi putrinya Rosifah Amidah yang berhasil meraih medali emas dalam ajang JSO 2024 (lensamadura.com/istimewa)

PAMEKASAN, lensamadura.com – Salah satu siswi SDN Duko Timur 1 Larangan, Pamekasan, Rosifah Amidah, berhasil meraih medali emas bidang Matematika dalam ajang Jenius Science Olympiad (JSO) Tingkat Nasional Tahun 2024.

Ajang JSO tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Intan Mutia di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada 30 Juni 2024, diikuti oleh seluruh provinsi di Indonesia, dan melombakan bidang Matematika, Sains, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.

Tak hanya Rosifah Amidah, enam siswa lainnya di SDN Duko Timur 1 juga berhasil membawa medali perak pada ajang JSO 2024 tersebut.

Baca Juga :  Dukung Produksi Pertanian Indonesia, Puslitbangnak Gelar Rakor Supervisi Kementan di Sumenep

Keberhasilan Sifa, panggilan Rosifah Amidah, meraih medali emas tak lepas dari semangat dan perjuangan dari orangtuanya, yakni Zainul Arifin.

Zain sapaan akrab Zainul Arifin merasa tidak percaya anaknya bisa mendapatkan medali emas pada ajang JSO 2024.

“Karena sebelum perlombaan dimulai, Sifa sempat down saat melihat semua teman-temannya diantar oleh bapak dan ibunya, sementara Sifa hanya berdua dengan saya,” kata Zain, Kamis, 4 Juli 2024.

Zain bercerita, proses untuk megantarkan sang putri mengikuti ajang tersebut penuh dengan perjuangan dan pengorbanan.

Pasalnya, untuk berangkat ke Jogja, ia bersama orangtua siswa lainnya rela patungan. Itu dilakukan semata-mata agar sang buah hati bisa mengikuti ajang JSO 2024 tersebut.

Baca Juga :  Di bawah Kendali KUPP Kelas II Branta, Pelabuhan Trunojoyo Sampang Sumbang Setengah Miliar Lebih

“Untuk berangkat ke ajang tingkat nasional di Jogja ini kami patungan untuk transportasi, yang penting sampai ke Jogja dan anak bisa mengikuti lomba,” paparnya.

Tak hanya itu, ia bersama yang lain juga membawa bekal sendiri seperti rice cooker, beras, dan kompor.

“Kami berinisiatif bawa bekal sendiri. Bahkan ada salah satu orangtua bawa tahu satu bak,” tambah alumni Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-guluk itu.

Zain melanjutkan, meski terkendala kondisi ekonomi, tidak menyurutkan tekadnya untuk memberikan support kepada sang putri.

Baca Juga :  Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pemuda Pancasila Sumenep Ziarah ke Makam KH. Abdullah Sajjad

“Sebagai orang tua yang ingin melihat anak sukses, apapun akan saya lakukan. Seperti kata pepatah, meskipun kaki harus di kepala ataupun kepala harus di kaki,” ujarnya.

Sementara, Sukur guru pembimbing di SDN Duko Timur 1 Larangan berharap, prestasi yang diraih oleh anak didiknya menjadi motivasi untuk terus giat belajar.

“Saya salut kepada kepada para orang tua siswa. Alhamdulillah orang tua anak didik kami semangat semuanya,” kata Sukur dalam keterangan yang diterima media ini. (rif/das)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: