PAMEKASAN, LensaMadura.com – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menyatakan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati saat mendampingi Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf dalam kunjungan kerja di auditorium Universitas Islam Negeri Madura, Senin.
“Kami atas nama pribadi, pemerintah daerah, dan masyarakat Pamekasan mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada Pamekasan dan Madura secara umum,” kata KH Kholilurrahman dikutip pada Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut dia, kehadiran program Sekolah Rakyat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dalam menjalankan prioritas Presiden untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Pulau Madura ini kita tidak boleh meninggalkan kyai. Karena itu program ini perlu dipahami secara utuh oleh para kyai, ulama, dan pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan implementasi amanat Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.
Menurut Mensos, sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak-anak yang tidak sekolah, belum sekolah, maupun berpotensi putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi.
“Ada sekitar 4 juta lebih anak Indonesia yang kondisinya bisa dikatakan terlantar. Kenyataan ini harus diterima dengan jujur dan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Mensos juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang dinilai cepat menyiapkan pelaksanaan sekolah rintisan pada 2025.
“Terima kasih kepada Bupati Pamekasan yang telah melakukan langkah-langkah nyata sehingga sekolah rintisan tahun 2025 bisa dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan,” ujarnya. (*)
