LTNNU PCNU Sumenep Perkuat Tata Kelola Media Lewat Workshop Manajemen Media

SUMENEP, LensaMadura.com – Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menggelar Workshop Manajemen Media di Aula Kantor PCNU Sumenep, Minggu, 28 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola media organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang media digital.

Workshop tersebut diikuti oleh pengelola media dari berbagai lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU Sumenep.

Dalam kegiatan ini, peserta dibekali kemampuan dalam mengelola media secara profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ketua PCNU Sumenep, KH Md Widadi Rahim, mengatakan perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola dakwah yang kini tidak lagi terbatas pada mimbar, tetapi juga melalui berbagai platform digital.

“Dulu dakwah dilakukan melalui mimbar. Kini dakwah memiliki jangkauan yang jauh lebih luas melalui media sosial dan berbagai platform digital,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan branding organisasi menjadi hal penting di era digital. Karena itu, media PCNU harus dikelola secara profesional agar mampu membangun citra positif Nahdlatul Ulama sekaligus menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.

“Kami ingin melahirkan kader-kader NU yang melek teknologi, profesional dalam mengelola media, namun tetap mengedepankan akhlakul karimah. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua LTNNU PCNU Sumenep, Fahri Farghiz, menjelaskan workshop difokuskan pada tiga materi utama, yakni manajemen desain grafis, manajemen pemberitaan, dan radio broadcasting.

Menurut Fahri, materi desain grafis bertujuan menyelaraskan identitas visual seluruh media di bawah naungan PCNU Sumenep agar memiliki ciri khas yang seragam dan mudah dikenali.

Adapun materi manajemen pemberitaan diarahkan untuk meningkatkan kualitas publikasi kegiatan lembaga dan badan otonom melalui NU Online Sumenep sebagai media resmi PCNU Sumenep.

Sementara pada sesi radio broadcasting, peserta dibekali pengetahuan dasar pengelolaan penyiaran sebagai bagian dari persiapan pengembangan media radio di lingkungan PCNU Sumenep.

“Kami sebenarnya memiliki potensi SDM yang cukup. Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan sumber daya manusianya terlebih dahulu, sehingga ketika sarana dan prasarana penyiaran telah tersedia, mereka siap mengelolanya secara profesional,” pungkas Fahri. (*)