SAMPANG, LensaMadura.com – Regu Pegasus dari SMP NU Sumenep menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Sumenep yang diundang sebagai tamu spesial dalam Jambore Sako Pandu Ma’arif NU Kabupaten Sampang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2026, di kawasan Gunung Maddah itu diikuti puluhan regu dari berbagai daerah.
Keikutsertaan Regu Pegasus menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus Kabupaten Sumenep. Membawa nama daerah di ajang tersebut menjadi tantangan yang dijawab dengan semangat, disiplin, dan kekompakan oleh seluruh anggota regu.
Di bawah kepemimpinan Aryo sebagai Pemimpin Regu (Pinru), serta didampingi pembina Warid dan Zaky, Regu Pegasus mampu beradaptasi dengan baik meski harus menghadapi kondisi alam yang berbeda dengan daerah asal mereka. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan antusias hingga akhir acara.
“Awalnya kami merasa gugup karena membawa nama sekolah dan Kabupaten Sumenep. Tapi saya percaya dengan kemampuan teman-teman. Kami datang bukan untuk menjadi yang paling hebat, melainkan memberikan penampilan terbaik,” ujar Aryo.
Penampilan Regu Pegasus mulai mencuri perhatian saat lomba yel-yel. Dengan gerakan yang kompak, energik, dan penuh percaya diri, mereka sukses menghidupkan suasana serta mendapat sambutan meriah dari peserta maupun para pembina.
Apresiasi tersebut berlanjut pada malam Pentas Seni. Regu Pegasus membawakan pertunjukan tari yang memadukan beberapa lagu India dengan koreografi yang atraktif sehingga berhasil menghibur seluruh peserta dan menuai tepuk tangan panjang.
Bahkan setelah penampilan usai, banyak peserta dari regu lain mulai mengenal dan ikut menyanyikan yel-yel khas Regu Pegasus. Sejumlah pembina dari berbagai daerah juga memberikan apresiasi atas kreativitas, kekompakan, dan semangat kebersamaan yang ditampilkan regu asal Sumenep tersebut.
“Saya benar-benar tidak menyangka mereka sampai hafal yel-yel kami. Rasanya senang sekali karena apa yang kami tampilkan bisa diterima dan meninggalkan kesan yang baik,” kata Aryo.
Salah satu anggota Regu Pegasus, Agil, mengaku pengalaman mengikuti jambore tersebut menjadi bekal penting menjelang Jambore Nasional yang akan digelar pada Agustus mendatang.
“Jambore ini memberikan banyak pelajaran berharga untuk saya. Saya selalu yakin dengan kemampuan Regu Pegasus. Namun sehebat apa pun seseorang, hasil terbaik tetap lahir dari kerja sama tim,” tuturnya.
Keberhasilan Regu Pegasus tidak lepas dari peran para pembina yang terus memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Kak Warid menekankan pentingnya membangun karakter, disiplin, dan kekompakan selain mengejar prestasi.
“Saya bangga karena mereka mampu menjaga sikap selama kegiatan. Prestasi memang penting, tetapi akhlak, disiplin, dan kebersamaan jauh lebih utama. Mereka telah menunjukkan bahwa Regu Pegasus mampu menjaga nama baik sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kak Zaky terus memberikan motivasi kepada para peserta agar percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Saya selalu menyampaikan kepada mereka agar tidak minder. Kalau kalian sendiri tidak percaya pada kemampuan kalian, siapa lagi? Saya sudah yakin sejak awal bahwa mereka mampu bersaing, dan jambore ini membuktikannya,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, Regu Pegasus tidak hanya membawa pulang pengalaman berharga, tetapi juga meninggalkan kesan positif di mata peserta maupun pembina dari berbagai daerah. Kekompakan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan semangat kebersamaan yang mereka tunjukkan menjadi bukti kualitas generasi muda Sumenep.
Keikutsertaan Regu Pegasus di Jambore Sako Pandu Ma’arif NU Kabupaten Sampang diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi, mengembangkan potensi diri, serta mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Sumenep di berbagai ajang kepramukaan maupun kegiatan kepemudaan lainnya. (*)
