Puskesmas Batang-batang Lakukan Pembekalan PMT Lokal, Tekan Angka Stunting

Puskesmas Batang-batang saat melakukan pembekalan PMT Lokal. LENSAMADURA/Istimewa

SUMENEP, lensamadura.com – Puskesmas Batang-batang, Sumenep memberikan pembekalan dan pelatihan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal kepada tim pelaksana program terkait.

Pembekalan itu berlangsung di balai Desa Totosan, Batang-batang, Sumenep, Rabu, 3 Juli 2024.

Kepala Puskesmas Batang-batang dr Sulaiha Riningsih mengatakan, pembekalan dan pelatihan PMT-Lokal itu dilakukan agar kader bisa lebih paham tentang pemberian tambahan makanan berbasis pangan lokal, dan kandungan gizi makanan.

Baca Juga :  Puskesmas Batang-batang Klarifikasi Terkait Keluhan Meninggalnya Pasien asal Legung Timur

“Kegiatan ini guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu hamil dan orang tua balita dalam penerapan gizi seimbang, dan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai makanan sehari hari,” kata dr Sulaihari Ningsih.

Melalui pembekalan itu, kata dia, para kader di desa dapat mengetuktularkan kepada masyarakat atau kaum ibu tentang manfaat PMT-Lokal.

Baca Juga :  Peduli Kemakmuran Masjid, H. Saifuddin Arif Salurkan Bantuan ke Semua Masjid di Kecamatan Raas

Ia berharap, kader sebagai tim pelaksana bisa menyediakan makanan berbasis makanan lokal untuk balita yang menjadi sasaran.

“Sehingga melalui pemberian asupan makanan bergizi dari makanan lokal mampu mencegah stunting dan dapat meningkatkan derajat masyarakat,” katanya.

Kendati demikian, lanjutnya, di wilayah Puskesmas Batang-batang masih ada balita yang stunting, tapi tidak sampai locus.

“Kami berupaya menurunkan angka stunting dengan cara memberikan PMT pemulihan, PMT penyuluhan serta pelatihan kepada kader pelaksana penyedia pemberian makanan bergizi kepada balita,” jelasnya.

Baca Juga :  Mampu Jalankan Arahan Presiden Jokowi, JAPNAS Jatim Apresiasi Kinerja Kapolri

Selain itu, upaya menekan angka stunting pihaknya juga melakukan penyuluhan kepada calon pasutri, ibu hamil, dan balita itu sendiri.

“Pencegahan terjadinya stunting kami lakukan sejak dini, termasuk kepada remaja putri, bumil, dan balita,” tegasnya. (*/red)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: