PLN Edukasi Siswa SMKN 1 Kalianget tentang Bahaya Listrik dan Keselamatan

SUMENEP, LensaMadura.com – Keselamatan menggunakan listrik tidak hanya menjadi urusan pekerja di sektor kelistrikan. Kebiasaan mengenali risiko dan menggunakan listrik dengan aman perlu dibangun sejak bangku sekolah.

Hal itu menjadi salah satu materi yang disampaikan PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sumenep bersama Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Sampang dalam program PLN Mengajar di SMKN 1 Kalianget, Kamis, 27 Agustus 2026.

Kegiatan yang digelar menjelang Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 itu mengajak siswa mengenali berbagai potensi bahaya listrik sekaligus memahami cara mencegahnya. Edukasi tidak hanya menyasar penggunaan listrik di sekolah, tetapi juga situasi yang mungkin ditemui siswa di rumah dan lingkungan sekitar.

Manager ULTG Sampang Hishnul Yaqin hadir bersama jajaran PLN ULP Sumenep. Dalam kegiatan tersebut, PLN memberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan aspek keselamatan saat menggunakan maupun berada di sekitar instalasi listrik.

Team Leader K3LK PLN ULP Sumenep, Mohamad Rizki Ramadhani, mengatakan pelajar memiliki posisi penting dalam membangun budaya keselamatan di masyarakat.

“Pelanggan PLN tidak hanya mereka yang hari ini membayar tagihan atau membeli token, tetapi juga para pelajar yang kelak menjadi penggerak masyarakat,” kata Rizki.

Menurut dia, kebiasaan menggunakan listrik secara aman perlu diperkenalkan sejak dini. Dengan pengetahuan tersebut, siswa diharapkan mampu mengenali potensi bahaya dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Melalui program PLN Mengajar, kami ingin menanamkan kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan kelistrikan sejak sekolah, sehingga potensi bahaya akibat salah penggunaan dapat ditekan serendah mungkin,” ujarnya.

Edukasi tersebut dinilai relevan bagi siswa SMKN 1 Kalianget yang menempuh pendidikan vokasi. Selain menerima pembelajaran teori, mereka juga terbiasa dengan kegiatan praktik dan lingkungan yang berkaitan dengan pekerjaan teknis serta dunia industri.

Kepala SMKN 1 Kalianget, Zainul Sahari, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, pemahaman mengenai keselamatan listrik menjadi bekal penting bagi siswa, terutama karena mereka akan berhadapan dengan lingkungan kerja yang menuntut ketelitian dan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN ULP Sumenep dan ULTG Sampang. Pengetahuan mendasar mengenai keselamatan listrik sangat vital bagi anak didik kami, terlebih bagi siswa vokasi yang sehari-hari dekat dengan teknis dan dunia industri,” kata Zainul.

Ia berharap edukasi keselamatan kelistrikan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti sebagai materi di ruang kelas, tetapi berubah menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Team Leader Pelayanan Pelanggan PLN ULP Sumenep, Richo Inzaghi Maulana Yusuf E, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PLN mendekatkan diri dengan masyarakat.

Menurut Richo, pelayanan kelistrikan tidak sebatas memastikan pasokan listrik tersedia. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman mengenai cara menggunakan listrik secara aman agar keandalan dan keselamatan kelistrikan dapat dijaga bersama.

“Kami berharap nilai-nilai keselamatan dan pelayanan prima yang disampaikan mampu menumbuhkan kepedulian bersama terhadap keandalan dan keamanan jaringan listrik di wilayah Madura,” ujarnya. (*)