Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis bagi Aktivisme Perempuan Melawan Dogma Agama
oleh: Nor Hasanah, Kopri PMII STITA Sumenep
LENSAMADURA.COM – Sebagai seorang aktivis perempuan yang bergerak dalam arus Islam progresif, saya menyadari bahwa keterbatasan kita dalam memproduksi pengetahuan bukanlah sekadar kelemahan teknis, melainkan bentuk kapitulasi intelektual yang justru menggerogoti visi emansipatoris kita sendiri.
Tanpa fondasi epistemologis yang otonom, gerakan perempuan berisiko terjebak dalam paradoks menyedihkan: berteriak melawan patriarki dengan menggunakan kerangka pikir yang justru dipinjam dari sistem yang menindas.
Di sinilah analisis Marxis hadir bukan sebagai dogma, melainkan sebagai pisau bedah epistemologis yang tajam dan mendesak, khususnya sebelum kita memasuki medan perdebatan agama. Pisau ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan teologi, melainkan untuk membangun fondasi materialis yang memungkinkan kita membaca agama secara kritis tanpa terjebak dalam idealisme naif.
Dalam konteks ini, saya berpandangan bahwa sebelum perempuan ,khusunya kader-kader KOPRI PMII, mendalami feminisme, mereka perlu terlebih dahulu mempelajari analisis Marxis. Hal ini penting agar mereka mampu membangun analisis yang tajam, melihat bagaimana struktur material, ekonomi, kelas, dan relasi produksi, membentuk serta melanggengkan ketidakadilan gender, termasuk yang terselubung dalam interpretasi agama.
Hanya dengan fondasi materialis yang kokoh, kita dapat membongkar dogma agama bukan sekadar pada tataran teks, tetapi pada akar sosial-historis yang melahirkannya. Dengan demikian, perjuangan melawan patriarki tidak terjebak pada permukaan simbolik, tetapi menyentuh inti persoalan: sistem dan hubungan kuasa yang menindas.
Dengan pisau bedah Marxis ini, KOPRI PMII bukan hanya menjadi gerakan moral, melainkan gerakan yang sadar secara epistemik. Ia menjadi gerakan yang mampu membongkar kontradiksi internal dalam narasi agama, menelusuri kepentingan material di balik dogma, dan pada akhirnya membangun kedaulatan pengetahuan yang benar-benar membebaskan. (*)



