Mahasiswa UNIBA Madura Siap Rilis Film Horor Bisikan Luhur, Angkat Tradisi Lokal dan Sarat Pesan Moral

SUMENEP, LensaMadura.com – Mahasiswa Program Studi Kajian Film, Televisi, dan Media (FTM) Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura terus menunjukkan kreativitasnya di dunia perfilman.

Mereka bersiap merilis film pendek terbaru berjudul “Bisikan Luhur”, sebuah karya bergenre horor budaya yang mengangkat tradisi lokal Madura dan pesan moral bagi generasi muda.

Film yang diproduksi oleh Rawikara Pictures bersama FTM24 Solidarity itu hadir dengan konsep berbeda dari film horor pada umumnya.

Selain menyuguhkan nuansa mistis dan ketegangan, “Bisikan Luhur” juga menawarkan refleksi tentang pentingnya menjaga adab dan menghormati kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Sutradara film, Nufri Qolbi Haqiqi, mengatakan bahwa karya tersebut lahir dari kegelisahan terhadap fenomena sebagian generasi muda yang mulai menjauh dari nilai-nilai budaya dan tata krama.

“Kami ingin menyentil realitas masa kini, di mana modernisasi dan teknologi kadang membuat sebagian anak muda kehilangan identitas dan meremehkan kearifan lokal. Lewat teror di film ini, kami ingin penonton berefleksi bahwa di mana pun kita berada, adab dan tata krama harus tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.

Cerita “Bisikan Luhur” berpusat pada sekelompok mahasiswa berpikiran modern yang berkunjung ke sebuah desa. Namun, sikap mereka yang mengabaikan adat istiadat dan meremehkan nasihat orang tua justru memicu serangkaian peristiwa mistis yang mengancam keselamatan mereka.

Menurut Nufri, film tersebut juga ingin menunjukkan bahwa tradisi Madura dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan tanpa harus dipertentangkan.

“Film ini menjadi ruang dialog bahwa budaya lokal dan agama bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat saling menguatkan dalam membentuk karakter generasi muda,” katanya.

“Bisikan Luhur” menjadi karya terbaru mahasiswa Uniba Madura setelah sebelumnya sukses memproduksi film pendek “Sangkolan Kona”. Kehadiran film ini sekaligus menegaskan komitmen sivitas akademika Uniba untuk terus mengangkat kekayaan budaya Madura melalui medium perfilman.

“Ini adalah komitmen kami untuk terus memperkenalkan kekayaan budaya Madura ke publik yang lebih luas. Kami berharap ‘Bisikan Luhur’ tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga menjadi pengingat agar kita tidak tercerabut dari akar budaya sendiri,” tambah Nufri.

Film pendek tersebut dijadwalkan tayang dalam waktu dekat dan akan menyapa para pencinta film, akademisi, serta komunitas perfilman nasional.

Selain disutradarai Nufri Qolbi Haqiqi, film ini juga dibintangi sejumlah talenta muda, yakni Alfin Maghfiroh, Yowanda, M. Rusly Al-Farodis, dan Ria Natalia. Sementara penulisan cerita dan skenario dikerjakan secara kolaboratif oleh Andra Prasetyo Darmawan, Alfin Maghfiroh, dan Ludianto. (*)