LSM TPHDI Laporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim, Ini Alasannya

SURABAYA, lensamadura.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tabib Paranormal Hipnoterapi Dukun Indonesia (TPHDI) melaporkan Pesulap Merah ke Polda Jatim.

Mereka melaporkan YouTuber bernama Marcel Radhival itu atas dugaan ujaran kebencian.

Teguh Puji Wahono kuasa hukum LSM TPHDI mengatakan bahwa kliennya bernama Agus Arianto selaku Ketua Divisi Intel LSM TPHDI telah melaporkan pesulap merah pada Kamis, 18 Agustus 2022.

Baca Juga :  Ajak Migrasi Usaha dari Offline ke Online, 52 Kader Ansor se Jatim Dibekali Digital Marketing

“Iya benar, klien kami sudah buat laporan di Polda Jatim, itu yang kami laporkan atas UU ITE Pasal 28 Ayat 2 juncto 45 a tentang Ujaran Kebencian kepada suatu kelompok,” kata Teguh kepada detikJatim, Senin, 22 Agustus 2022 dikurip Detik.

Baca Juga :  Menarik, Isu Penyelewengan 'Dana Hibah' hingga membuat Rekening Penjual Lovebird asal pamekasan Diblokir KPK

Teguh menambahkan, saat ini laporan terhadap pesulap merah masih dalam tahap pengaduan masyarakat. Ada beberapa barang bukti yang perlu disertakan saat melengkapi berkas laporan ke Polda Jatim.

Baca Juga :  Loka Karya 7 dan Panen Karya Guru Penggerak Angkatan 5 Pamekasan Meriah, Ini Kata Wabup Pamekasan

“Barang buktinya video (di media sosial) Marcel yang dengan sadar, dengan sengaja dia mengucapkan, mengejek bahwa ‘Dukun itu ada dua: kalau enggak nipu, cabul’,” kata Teguh.

Sementara itu, hingga saat ini pihak pelapor masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak kepolisian. (red)

Source: DetikCom

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: