KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy Lakukan Safari Dakwah ke Pulau Sapudi Sumenep

KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy (pegang mic) saat mengisi kegiatan Ngaji dan Doa di Lapangan Sinar Pagi, Desa Gayam, Kecamatan, Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep/Foto Masudi for Lensamadura.com.

SUMENEP, Lensa Madura – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy lakukan kunjungan ke pulau Sapudi Sumenep.

Kunjugan KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy itu dalam rangka mengisi acara pengajian bertajuk “Ngaji dan Doa” yang diinisiasi oleh Ikatan Santri Salafiyah Syafi’iyah Sapudi (IKSASS-SAPUDI) Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep. Bertempat di Lapangan Sinar Pagi, Desa Gayam. Selasa, 1 Februari 2022.

Tidak hanya itu, kunjungan ulama kharismatik itu juga dalam rangka safari dakwah ke beberapa tempat di Pulau Sapudi. Di Kecamatan Gayam ada tiga titik lokasi yang dikunjungi. Yaitu desa Gayam, dan Kantor MWC NU setempat. Kemudian dilanjutkan ke desa Gendang Barat.

Baca Juga :  Terima Ketua DPD RI, Edy Rahmayadi Pastikan Sengketa Tanah di Sumut Selesai 30% Tahun Ini

Sedangkan di Kecamatan Nonggunong, berkujung ke Desa Sonok, Desa Talaga, Desa Sokaramme, serta kantor MWC NU Nonggunong.

“Iya benar, dalam rangka safari dakwah dan pengajian, Mas,” kata Ketua IKSASS-SAPUDI H. Abdul Majid Imamuddin kepada media Lensa Madura. Rabu, 02 Februari 2022.

Baca Juga: Iksass Sapudi Gelar Ngaji dan Doa, Datangkan KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy

Kiai Majid sapaan akrabnya menambahkan, safari dakwah yang dilakukan oleh KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ke berbagai daerah di Nusantara.

“Sebenarnya rencana datang ke sini tahun 2019, tapi ditunda karena faktor pandemi. Alhamdulillah tahun ini bisa datang ke sini menyapa wali murid, alumni dan masyarakat Sapudi,” ujar Kiai Majid yang juga Pengasuh Pesantren Busthanul Khairot, Gendang Barat, Gayam.

Baca Juga :  Supremasi Hukum di Sumenep Dinilai Lemah, Aktivis PMII Kepung Mapolres

Baca Juga: Panen Jagung, Masyarakat Pulau Sapudi Sumenep Gelar Tradisi Jaru’an

Ceramah KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy

Acara “Ngaji dan Doa” yang diisi oleh KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy itu dihadiri belasan ribu jemaah dari berbagai daerah di Pulau Sapudi. Seluruh jemaah antusias mengikuti kegiatan keagaman itu.

Di sela-sela ceramahnya, KH. R. Ahmad Azaim Ibrahimy mewanti-mewanti kepada jemaah untuk menjaga hati agar tetap bersih. Karena penyakit hati sangat berbahaya, dan berdampak besar pada aspek kehidupan seseorang.

Baca Juga :  Singgung Kedisiplinan ASN Saat Apel Bersama, Bupati Sumenep Mundurkan Jam Masuk Kantor

“Penyakit kedurhakaan pertama yang terjadi dalam sejarah alam semesta adalah ungkapan ana khairu minhu,” katanya.

Ulama kelahiran 25 Januari 1980 itu juga menyampaikan, bahwa manusia yang merasa lebih baik dari orang lain adalah ciri-ciri orang yang sudah mengidap penyakit hati.

“Senga’ tengate ja’ sampe’ akarettek e ate andhi’ pangrasa engko’ lebbi bagus dhari orang laen (red: awas hati-hati jangan sampai hati bergumam bahwa saya lebih baik dari orang lain,” ceramahnya.

Menurutnya, hal demikian khawatir menjadi pertanda kita sedang terjebak, dan mengidap penyakit hati. (Udi)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: