Kemenhub Rehabilitasi dan Pelebaran Dermaga Pelabuhan Sapudi
SUMENEP, LensaMadura.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan melaksanakan pekerjaan replacement fasilitas Pelabuhan Laut Sapudi melalui rehabilitasi dan pelebaran dermaga serta trestle Pelabuhan Gayam.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin keselamatan, kelancaran, dan keberlanjutan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sapudi, Reni Wijaya, mengatakan bahwa pengembangan Pelabuhan Sapudi merupakan kegiatan strategis dan menjadi prioritas nasional yang tetap dialokasikan anggarannya meskipun pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Pelabuhan Sapudi memiliki peran penting sebagai urat nadi perhubungan dan distribusi logistik masyarakat kepulauan. Karena itu, peningkatan kualitas infrastrukturnya menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” kata Reni dikutip dari wartalogistik, Senin, 12 Januari 2026.
Dari sisi teknis, Reni menjelaskan bahwa dermaga eksisting yang dibangun sejak era 1990-an dinilai sudah tidak lagi memadai.
Reni menyebut, pada musim tertentu perairan Sapudi mengalami gelombang signifikan yang berpotensi menyebabkan genangan, bahkan menenggelamkan dermaga lama sehingga membahayakan keselamatan pengguna jasa pelabuhan.
Oleh karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian ketinggian dermaga agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan pelayaran (safety and security), sekaligus mendukung fungsi pelabuhan sesuai dengan hirarki pelabuhan agar mampu melayani kapal secara lebih aman dan andal.
Selain peningkatan infrastruktur utama, Ditjen Hubla juga menegaskan komitmennya untuk tetap memperhatikan kebutuhan pelayaran rakyat. Aspirasi terkait operasional perahu tradisional, perahu kecil, dan tambangan akibat pasang surut air laut akan diakomodasi melalui pengaturan teknis dan operasional.
“Penyesuaian desain dermaga juga diarahkan agar lebih ramah bagi pengguna perahu rakyat, sehingga aktivitas pelayaran tradisional tetap berjalan dengan aman,” ujarnya.
Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait lainnya juga terus dilakukan guna memastikan kondisi perairan yang aman dan sesuai dengan ketentuan keselamatan pelayaran.
“Pembangunan dermaga Sapudi dilaksanakan dengan prinsip kebermanfaatan jangka panjang, bukan semata pembangunan fisik, tetapi untuk mendukung pelayanan transportasi laut dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan,” pungkas Reni. (*)



