Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan

SITUBONDO, LensaMadura.com – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan kesiapan operasional Dermaga Pelabuhan Panarukan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, melalui pelaksanaan uji sandar kapal sebagai tahapan akhir sebelum pelabuhan tersebut dioperasikan secara penuh, Kamis, 29 Januari 2026.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Panarukan Herland Aprilyanto mengatakan uji sandar merupakan bagian penting untuk memastikan aspek teknis dan keselamatan pelayaran, sekaligus menjamin kelancaran proses bongkar muat dan pelayanan kepada pengguna jasa transportasi laut.
“Hari ini kapal T.B. Medelin Delta dan T.B. Meiden Lucky milik PT Pertamina Port & Logistics melakukan olah gerak sandar dan lepas sandar untuk menguji kondisi konstruksi dermaga, sistem tambat, kekuatan fender, serta konektivitas dengan fasilitas darat,” ujar Herland.
Uji sandar tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, dan PT Pertamina Port & Logistics.
Selama pelaksanaan uji sandar, kedua kapal berhasil melakukan manuver dengan aman dan lancar sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
Pelabuhan Panarukan memiliki dermaga sepanjang 177,5 meter dengan lebar 10 meter, trestle sepanjang 452 meter dengan lebar 7 meter, serta causeway sepanjang 925 meter.
Pembangunan awal pelabuhan dimulai pada 2008 dan dikembangkan pada 2011–2012, dengan penambahan gedung kantor pelabuhan pada 2019.
Pada 2024, Kementerian Perhubungan melaksanakan rehabilitasi dermaga segmen I sepanjang 70 meter dengan lebar 10 meter yang didanai dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Sementara itu, pada Tahun Anggaran 2025 dilakukan rehabilitasi dermaga segmen II sepanjang sekitar 107,5 meter dengan lebar 10 meter yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Herland menambahkan keberhasilan uji sandar tersebut diharapkan dapat memperkuat peran Pelabuhan Panarukan dalam mendukung distribusi logistik, mobilitas penumpang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah di Jawa Timur.
“Dengan kesiapan infrastruktur yang andal, Pelabuhan Panarukan diharapkan menjadi simpul transportasi laut yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat rantai pasok di kawasan pesisir Jawa Timur,” katanya.
Seiring peningkatan kapasitas dan kesiapan operasional dermaga, aktivitas kepelabuhanan di Panarukan diproyeksikan semakin meningkat, termasuk frekuensi kedatangan kapal hingga berkapasitas 1.000 DWT serta arus barang.
“Oleh karena itu, kami berharap seluruh proses pelayanan kepelabuhanan, perizinan, dan pengawasan dapat terus dipercepat tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas layanan,” ujar Herland. (*)



