SUMENEP, LensaMadura.com – Pengurus Cabang (PC) IPNU dan IPPNU Sumenep melakukan silaturahim ke kediaman Dr KH Abuya Busyro Karim di Pondok Pesantren Al Karimiyah Braji, Kecamatan Gapura, Jumat, 19 Juni 2026.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya organisasi mempererat hubungan dengan ulama sekaligus memperkuat arah kaderisasi pelajar Nahdlatul Ulama di Kota Keris.
Silaturahim berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Sumenep menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan untuk memperkuat organisasi di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting, komisariat sekolah, perguruan tinggi, hingga pesantren.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah permohonan kepada Abuya Busyro Karim agar bersedia menjadi Penasehat PC IPNU Sumenep.
Permohonan itu didasarkan pada pengalaman panjang Busyro Karim sebagai ulama, tokoh Nahdlatul Ulama, sekaligus mantan aktivis IPNU pada era 1970-an.
Ketua PC IPNU Sumenep, Moh Ainul Yakin, mengatakan pengalaman dan rekam jejak Abuya Busyro Karim menjadi modal penting bagi penguatan kaderisasi organisasi.
“Kami memandang Abuya sebagai sosok yang memiliki pengalaman lengkap, baik sebagai ulama, pemimpin, maupun mantan aktivis IPNU. Karena itu, kami memohon kesediaan beliau untuk menjadi Penasehat PC IPNU Sumenep agar dapat memberikan arahan, motivasi, dan teladan bagi kader-kader pelajar NU di Kabupaten Sumenep,” ujarnya.
Menanggapi permohonan tersebut, Abuya Busyro Karim menyambut baik kehadiran jajaran pengurus IPNU dan IPPNU Sumenep.
Mantan Bupati Sumenep dua periode itu mengapresiasi semangat generasi muda NU yang terus berupaya menjaga keberlangsungan organisasi dan kaderisasi di tengah perubahan zaman.
Dalam dialog yang berlangsung akrab, Abuya Busyro juga berbagi pengalaman semasa aktif di IPNU pada dekade 1970-an.
Ia menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU merupakan kawah candradimuka kader Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga dan diperkuat.
“IPNU dan IPPNU adalah tempat lahirnya kader-kader NU. Organisasi ini harus terus dirawat sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan intelektualitas pelajar,” katanya.
Pada kesempatan itu, Abuya Busyro Karim menyatakan kesediaannya untuk menjadi Penasehat PC IPNU Sumenep. Keputusan tersebut disambut antusias oleh jajaran pengurus yang hadir.
Bagi PC IPNU Sumenep, bergabungnya Abuya Busyro sebagai penasehat diharapkan dapat memperkuat proses kaderisasi, menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan, serta menjadi jembatan antara generasi pelajar NU masa kini dengan para senior yang telah lebih dahulu mengabdikan diri kepada organisasi.
Silaturahim tersebut juga menjadi penegas komitmen IPNU dan IPPNU Sumenep untuk terus menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi, dan membangun sinergi antargenerasi dalam mewujudkan organisasi pelajar NU yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berpegang pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. (*)
