Dongkrak Infrastruktur Pertanian di Sumenep, Kementan Luncurkan Program RJIT dan JAP Tahun ini di Rubaru.

SUMENEP, Lensamadura.com Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (DKPP) Sumenep optimis proyek pengembangan Sistem Pertanian terpadu di daerah dataran tinggi (Upland), mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas petani, tak terkecuali di kabupaten Sumenep.

Kami melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan RJIT (Rehabilitasi jaringan Irigasi Tersier) dan JAP (Jalan Akses Pertanian) yang ada di kecamatan Rubaru, tepatnya di wilayah garapan Upland Project.

“Program ini didanai dari Program Hibah ISDB dan IFAD, salahsatu dari sekian program hibah tersebut berkenaan dengan CPP Acces/farm road, CPP Pumping dan Pipe Irigation serta CPP Farm Ponds ” Ungkapnya Arif Firmanto Melalui Akun Whatsappnya, Minggu (06/11).

Baca Juga :  Rusak Parah sejak Lama, Jalan Utama Desa Montorna Pasongsongan Dikeluhkan Warga

Dirinya berharap seluruh infrastruktur yang sudah dibangun dan akan dibangun jangan sampai terbengkalai begitu saja, Masyarakat harus mempunyai rasa memiliki.

Karena Upland Project sangatlah bermanfaat terhadap para petani dalam upaya pertumbuhan ekonomi sekitar. “Tambahnya.

Terpisah, Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Ali Jamil dilansir media pangannews.id memaparkan jika Upland Project memiliki 4 komponen kegiatan.

“Untuk Komponen pertama terdiri dari peningkatan produktivitas dan pembentukan ketahanan pangan. Untuk komponen kedua adalah pengembangan agribisnis dan fasilitasi peningkatan pendapatan, komponen ketiga adalah penguatan sistem kelembagaan, dan komponen terakhir manajemen proyek.

Baca Juga :  Ketua DPD Minta Presiden Evaluasi Program yang Kurang Tepat

Ditambahkan Ali Jamil, ada 5 titik kritis dari kegiatan ini, salahsatu diantaranya yang menjadi titik kritis pertama adalah kegiatan desain konstruksi prasarana lahan dan air irigasi. Hal ini meliputi aspek perencanaan, aspek teknis, aspek keuangan,” ujarnya.

Titik kritis lainnya adalah sosialisasi kepada petani mengenai kewajiban sharing dana 20% agar kegiatan berjalan sesuai rencana, kemudian pengelolaan bantuan alsintan pra dan pasca panen yang dilakukan oleh sub lembaga berbeda dalam kelompok tani.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Upland Project yang akan berlangsung hingga 2024, memiliki multiplier effect.

SYL sapaan akrabnya berharap Program Upland ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di daerah dataran tinggi.

Baca Juga :  Sambut PON 2024, KONI Jatim Siapkan 35 Cabor Puslatda

“Caranya, melalui pengembangan infrastruktur lahan dan air, pengembangan sistem agribisnis, dan penguatan sistem kelembagaan,” katanya.

Adapun 14 Kabupaten yang menjadi lokasi Upland Project adalah Sumenep, Banjarnegara, Cirebon, Garut, Gorontalo, Lebak, Lombok Timur, Magelang, Malang, MInahasa Selatan, Purbalingga, Subang, Sumbawa dan Tasikmalaya.

Upland Project memiliki 4 komponen kegiatan. Pertama terdiri dari peningkatan produktivitas dan pembentukan ketahanan pangan, Untuk komponen kedua adalah pengembangan agribisnis dan fasilitasi peningkatan pendapatan, komponen ketiga adalah penguatan sistem kelembagaan, dan komponen terakhir manajemen proyek.(*/Pur)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: