DKPP Sumenep kembali Panen Pisang Jenis Cavendish Di pulau Gili Iyang

SUMENEP, Lensamadura.com Salahsatu Warga asal Banraas Kepulauan Gili Iyang Kecamatan Dungkek kabupaten Sumenep Kembali Panen Pisang Jenis Cavendish untuk pangsa pasar buah-buahan yang dinilai cukup besar saat ini, Rabu 19/10/2022.

Komoditas pisang menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan usaha tanam. Baik dari segi kuantitas, kontinuitas maupun kualitas. Sehingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep kembali melakukan panen pisang cavendish untuk ke 3 (Tiga) kalinya di Pulau Gili Iyang tersebut.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto menyampaikan, terdapat 70 Tandan pohon pisang cavendish di Pulau Gili Iyang yang telah sukses panen untuk ketiga kalinya.

Baca Juga :  Dukung Produksi Pertanian Indonesia, Puslitbangnak Gelar Rakor Supervisi Kementan di Sumenep

Ribuan pohon pisang itu ditanam di tanah seluas satu hektare oleh petani binaan DKPP Sumenep. Dia mengapresiasi semangat dan kegigihan petani yang kembali sukses panen pohon pisang cavendish tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kepada petani yang sukses menanam pisang cavendish, yang nantinya akan kita jadikan pilot project sentra pengembangan pisang unggulan” ujarnya, Kamis (19/10).

Dengan suksesnya petani di kepulauan Gili Iyang pada panen ketiga pisang cavendish akan menjadi motivasi bagi petani lainnya di kabupaten Sumenep. Pihaknya mengaku akan terus mendorong para petani dalam mengembangkan usaha pertaniannya.

Baca Juga :  Final! KPU Sumenep Tetapkan 1.967 TPS di Pilkada Serentak 2024

“Ini merupakan sebuah usaha yang bagus dari petani,” tutur Arif.

Menurut dia, panen pisang cavendish ketiga tersebut merupakan bukti kegigihan petani memanfaatkan lahannya dan keberhasilan program DKPP Sumenep Khususnya di bidang pengembangan pisang cavendish.

“Untuk ekspor luar negeri sudah kita rencanakan Pada awal panen kemarin, yang jelas itu menjadi target utama kita. Karena uji coba tanam di Pulau Gili Iyang alhamdulillah sukses. Untuk memenuhi kebutuhan ekspor, program penanaman pisang cavendish akan diperluas lagi,” jelasnya.

Baca Juga :  Dongkrak Infrastruktur Pertanian di Sumenep, Kementan Luncurkan Program RJIT dan JAP Tahun ini di Rubaru.

Ditambahkan, penjualan hasil panen pisang cavendish untuk wilayah regional dari awal sudah bekerjasama dengan PT NAB Agriculture. Sehingga, petani tidak perlu khawatir mengenai penjualan pasca panen.

“PT NAB sudah siap membeli langsung untuk dipasarkan keberbagai swalayan dan supermarket diberbagai kota di Indonesia,” terangnya. (Pur)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: