BPRS Bhakti Sumekar Gencarkan Literasi Keuangan hingga Pelosok Desa di Sumenep

SUMENEP, LensaMadura.com – Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat di tengah perkembangan teknologi digital dan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

Melalui program Jelajah Cerdas Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar menyasar berbagai lapisan masyarakat hingga ke wilayah pelosok, salah satunya di Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Senin, 15 Juni 2026.

Program tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung masyarakat untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, mulai dari pentingnya menabung, mengatur pengeluaran, hingga perencanaan keuangan jangka panjang.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan peningkatan literasi keuangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah tantangan ekonomi dan pesatnya perkembangan era digital.

“Literasi keuangan bukan hanya tentang menabung, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu merencanakan masa depan yang lebih baik. Dengan pemahaman yang memadai, masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara tepat dan terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujar Hairil Fajar, Senin, 22 Juni 2026.

Menurut dia, edukasi keuangan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah pedesaan. Dengan demikian, manfaat literasi keuangan dapat dirasakan secara lebih merata.

“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Melalui program Jelajah Cerdas Literasi Keuangan, kami berupaya menyampaikan materi yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi BPRS Bhakti Sumekar untuk memperkenalkan layanan perbankan syariah sekaligus mendorong peningkatan inklusi keuangan di Kabupaten Sumenep.

Materi yang disampaikan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat agar edukasi yang diberikan lebih efektif dan tepat sasaran.

Haril Fajar berharap, melalui program yang menjangkau hingga wilayah pelosok desa, tingkat literasi keuangan masyarakat terus meningkat.

“Sehingga dapat mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya. (*)