SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Terpadu Aparatur (SIMANTRA) sebagai upaya memperkuat transformasi digital di bidang kepegawaian.
Melalui platform tersebut, berbagai layanan yang sebelumnya tersebar di sejumlah aplikasi kini disatukan dalam satu sistem. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan aparatur sipil negara (ASN) mengakses layanan kepegawaian secara lebih cepat dan efisien.
Kepala BKPSDM Sumenep, Benny Irawan, mengatakan pengembangan SIMANTRA bertujuan menciptakan tata kelola kepegawaian yang terintegrasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada administrasi berbasis dokumen fisik.
“SIMANTRA merupakan inovasi BKPSDM untuk menghadirkan pelayanan kepegawaian dalam satu sistem terintegrasi. Harapannya, pelayanan menjadi lebih efektif sekaligus memangkas alur birokrasi dari yang sebelumnya berbasis dokumen fisik menjadi paperless,” kata Benny, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Benny, keberadaan sistem digital tersebut sangat penting bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki wilayah kepulauan.
Dengan layanan berbasis daring, ASN yang bertugas di daerah terpencil tidak perlu lagi datang langsung ke kantor BKPSDM untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi.
Dalam SIMANTRA, sejumlah aplikasi kepegawaian yang sebelumnya berdiri sendiri kini terhubung dalam satu portal. Beberapa di antaranya meliputi Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG), Sistem Informasi Absensi Pegawai (SIAGA), dan aplikasi Sinergi yang digunakan untuk mengukur capaian kinerja ASN serta mendukung pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
BKPSDM juga mengintegrasikan Sistem Layanan Kepegawaian (SILAHKAN) ke dalam platform tersebut. Jika sebelumnya layanan yang tersedia hanya mencakup tiga jenis administrasi, kini ASN dapat mengakses 17 layanan kepegawaian melalui satu pintu.
“Sekarang sudah ada 17 layanan yang bisa diakses melalui sistem ini, termasuk cuti, pensiun, perceraian, kenaikan pangkat, penyantuman gelar, dan layanan kepegawaian lainnya,” ujar Benny.
Salah satu fitur yang menjadi unggulan SIMANTRA adalah Intelligent ASN, layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Fitur ini memungkinkan ASN memperoleh informasi dan konsultasi kepegawaian secara mandiri tanpa harus bertemu langsung dengan petugas.
Melalui Intelligent ASN, pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait hak, kewajiban, maupun prosedur administrasi kepegawaian. Sistem akan memberikan jawaban berdasarkan regulasi yang berlaku dan data ASN yang bersangkutan.
“ASN yang berada di kepulauan tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk berkonsultasi. Cukup berinteraksi dengan Intelligent ASN, mereka bisa mendapatkan jawaban sesuai regulasi dan data pribadinya,” kata Benny.
BKPSDM telah mulai memperkenalkan SIMANTRA kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Adapun penerapan penuh sistem tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 29 Juni 2026.
Sementara itu, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menilai digitalisasi birokrasi menjadi kebutuhan yang harus terus diperkuat. Menurut dia, pemanfaatan teknologi informasi akan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan dukungan sistem informasi yang terintegrasi, saya yakin kita dapat mewujudkan birokrasi yang lebih profesional, melayani, dan berorientasi pada hasil,” ujar Fauzi. (*)






