Bappeda Sumenep Genjot Inovasi dan Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah
SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep terus mendorong agenda pembangunan berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan perencanaan berbasis data.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan tantangan pembangunan daerah kini semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Pemerintah daerah, kata dia, harus adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang berlangsung cepat.
“Pendekatan lama sudah tidak cukup. Kita harus memiliki sistem perencanaan yang tanggap terhadap dinamika zaman agar Sumenep mampu menjadi daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Arif di ruang kerjanya, Senin, 3 November 2025.
Menurutnya, Bappeda memegang peran strategis dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, terarah, dan selaras dengan visi daerah. Karena itu, sinergi antarlembaga dan partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan.
“Kolaborasi lintas sektor bukan sekadar pilihan, tapi kebutuhan. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha harus bergerak bersama agar pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi semua,” ucapnya.
Arif menekankan pentingnya transformasi digital dan keterbukaan data publik untuk memperkuat tata kelola perencanaan. Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar penentuan arah kebijakan yang tepat sasaran.
“Perencanaan berbasis data bukan hanya untuk efisiensi, tetapi juga bentuk transparansi dan akuntabilitas publik. Masyarakat berhak mengetahui bahwa setiap rupiah anggaran digunakan untuk kepentingan mereka,” tegasnya.
Selama kepemimpinannya, Bappeda Sumenep aktif meluncurkan berbagai program inovatif lintas sektor. Fokus utamanya mencakup penguatan ekonomi lokal, pengembangan potensi kelautan dan perikanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
“Pembangunan bukan hanya soal proyek fisik. Esensinya adalah membangun manusia, memperbaiki kualitas hidup, dan menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan,” ujar Arif.
Bappeda Sumenep juga memberi perhatian besar pada aspek tata ruang dan pengelolaan wilayah. Arif menilai perencanaan ruang yang baik adalah fondasi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Dalam setiap rencana, kami mempertimbangkan daya dukung lingkungan. Pembangunan yang berlebihan tanpa perhitungan ekologis hanya akan menciptakan masalah baru di masa depan,” katanya.
Dengan latar belakang akademik di bidang perencanaan wilayah dan pertanian, Arif dikenal sebagai teknokrat yang terbuka terhadap gagasan baru. Ia aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas lokal guna memperkuat inovasi kebijakan berbasis penelitian.
“Kita ingin setiap keputusan memiliki dasar yang kuat dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis maupun sosial. Karena itu, kolaborasi dengan dunia kampus menjadi sangat penting,” ujarnya.
Selain memperkuat kapasitas internal, Bappeda Sumenep berupaya menjadi lembaga yang terbuka dan komunikatif terhadap masyarakat. Melalui forum konsultasi dan dialog pembangunan, Bappeda menampung aspirasi warga sebagai bahan penyusunan kebijakan.
“Pembangunan sejati adalah pembangunan yang tumbuh dari bawah, dari suara masyarakat sendiri,” kata Arif.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus berlandaskan integritas, profesionalitas, dan komitmen berkelanjutan. Nilai-nilai itu, menurutnya, menjadi budaya kerja di lingkungan Bappeda.
“Kita tidak bisa bicara tentang kemajuan tanpa menegakkan kejujuran dan tanggung jawab,” tegasnya.
Bappeda Sumenep kini juga memperkuat mekanisme evaluasi program pembangunan dengan indikator kinerja yang terukur, agar pemerintah daerah dapat menilai capaian dan memperbaiki strategi ke depan.
“Kami percaya, pembangunan sejati adalah yang memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” pungkas Arif Firmanto. (*)



