Berita

Bappeda Sumenep Ajak Warga Wujudkan Semangat Ngopeni Songennep di Hari Jadi ke-756

SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-756 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dalam merawat dan membangun daerah.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan tema peringatan tahun ini, Ngopeni Songennep atau “Merawat Sumenep”, bukan sekadar slogan.

“Ini ajakan moral dan kultural agar seluruh elemen masyarakat menjaga nilai, budaya, dan semangat gotong royong yang diwariskan leluhur,” ujar Arif, Jumat, 31 Oktober 1025.

Menurut Arif, semangat Ngopeni Songennep perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata.

“Mulai dari menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, hingga berpartisipasi aktif dalam program pembangunan daerah,” katanya.

Sebagai daerah dengan sejarah panjang, Sumenep dikenal memiliki tradisi dan kebudayaan kuat. Kekayaan budaya ini, kata Arif, menjadi identitas sekaligus fondasi membangun masyarakat yang berdaya dan berkemajuan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi dan kearifan lokal dalam setiap langkah pembangunan.

“Kami ingin pembangunan yang berakar pada budaya, namun tetap adaptif terhadap kemajuan zaman,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Bappeda mendorong sinergi lintas sektor melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media.

“Kolaborasi adalah kunci menciptakan pembangunan inklusif. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” kata Arif.

Dengan prinsip itu, Bappeda berupaya memastikan setiap program pembangunan berbasis data, terarah, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Arif berharap peringatan Hari Jadi ke-756 menjadi refleksi bersama untuk menumbuhkan semangat baru dalam bekerja dan berkarya.

“Usia lebih dari tujuh setengah abad adalah anugerah besar. Ini momentum bersyukur sekaligus berbenah,” tuturnya.

Menurut Arif, tantangan ke depan menuntut masyarakat Sumenep adaptif terhadap perubahan global, terutama di bidang teknologi, lingkungan, dan ekonomi kreatif.

“Pembangunan bukan sekadar fisik, tapi juga membentuk manusia Sumenep yang unggul, berdaya saing, dan berbudaya,” katanya.

Ia berharap semangat Ngopeni Songennep tumbuh di setiap lapisan masyarakat, dari desa hingga kota, dari generasi tua hingga muda.

“Hanya dengan rasa memiliki dan kepedulian bersama, Sumenep akan terus tumbuh berkelanjutan,” ucapnya. (*)

Related Articles

Back to top button