SUMENEP, LensaMadura.com – Jalan politik M Syukri tidak lahir dari ruang-ruang kekuasaan. Kiprahnya tumbuh dari lingkungan pesantren serta tradisi keluarga yang sejak lama berkiprah di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pria kelahiran Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, itu kini dipercaya memimpin DPC PPP Kabupaten Sumenep periode 2026–2031.
Selain menjabat Ketua DPC PPP, ia juga merupakan Wakil Ketua DPRD Sumenep dan telah menjadi anggota legislatif sejak 2014.
Syukri dibesarkan dalam keluarga yang menjadikan pendidikan agama sebagai fondasi kehidupan.
Ayahnya mengelola Yayasan Anwarul Abrar di Desa Kanyoran, Kangean. Yayasan tersebut semula hanya menyelenggarakan pendidikan diniyah, sebelum berkembang dengan membuka taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar Islam (SDI).
Pendidikan dasar hingga SMP ditempuh di Kangean. Selama bersekolah di SMP Negeri 1 Arjasa, ia juga nyantri di Pondok Pesantren Zaynul Huda.
Usai lulus SMA pada 1997, Syukri melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Di pesantren itu ia belajar sekaligus mengabdi hingga 2004.
Selama di Sukorejo, Syukri aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Kiprahnya dimulai dari pengurus rayon, berlanjut ke pengurus komisariat, hingga dipercaya menjadi Wakil Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII.
Pengalaman tersebut memperluas jejaring sekaligus membentuk pandangannya tentang kepemimpinan.
Sekembalinya ke Kangean, ia turut aktif di Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Wakil Katib MWCNU Kangean serta menjadi pengurus Ikatan Alumni Santri Salafiyah Syafi’iyah (IKSASS) Sukorejo.
Ketertarikannya pada politik tumbuh ketika sering mendampingi almarhum KHR Achmad Fawaid As’ad menghadiri berbagai kegiatan PPP saat tokoh tersebut menjabat Ketua DPC PPP Situbondo.
“Dari beliau saya mulai mengenal lebih dekat dunia politik dan PPP. Saya sering ikut kegiatan yang diadakan KHR Ach Fawaid,” kata Syukri.
Namun, kedekatan Syukri dengan PPP sejatinya telah berakar sejak kecil. Ayahnya merupakan penggerak PPP di tingkat desa di Kangean pada masa Orde Baru, sehingga aktivitas partai berlambang Kakbah itu telah akrab dalam kehidupannya.
Karier politiknya dimulai sebagai pengurus PAC PPP. Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Sekretaris DPC PPP Sumenep periode 2011–2015, dilanjutkan sebagai Sekretaris DPC pada periode 2015–2020 dan 2020–2025. Pada Muscab 2026, ia terpilih sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Sumenep periode 2026–2031.
Di jalur legislatif, Syukri pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Sumenep pada Pemilu 2014. Ia kembali memperoleh mandat pada pemilu berikutnya hingga kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumenep.
Di tengah perjalanan politiknya, Syukri mengaku selalu memegang teguh pesan kedua orang tuanya.
“Jadilah orang yang bermanfaat. Harus selalu berbuat baik kepada orang lain dan kepada siapa pun,” ujarnya.
Bagi Syukri, pesan itu menjadi pegangan dalam menjalankan amanah. Politik, menurutnya, bukan sekadar soal jabatan, tapi jalan pengabdian untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (*)






