SAMPANG, lensamadura.com – Ketegangan antara warga dan petugas Pembangkit Listrik Negara (PLN) terjadi di Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang Senin 5 Desember 2022 siang.
Informasi yang diterima lensamadura.com dari Hendra Sameon tokoh pemuda Desa Bunten Timur, petugas PLN datang untuk menyelesaikan tunggakan pelanggan PLN oleh beberapa warga.
“Tiba-tiba saat petugas datang ke desa kami sejumlah warga datang dan berupaya mengusir petugas PLN tersebut. Kami duga gerakan warga ada dalangnya,” kata Hendra Sameon saat menghubungi lensamadura.com usai kejadian.
Padahal, sambung Meon panggilan akrabnya tokoh yang juga aktivis LSM di Sampang ini, pihak PLN sudah pamit ke kepala desa dan ke tokoh masyarakat sebelum turun ke pelanggan PLN yang nunggak.
Pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Sebab, petugas datang dengan baik-baik untuk menyelesaikan pembayaran tunggakan pelanggan.
“Terus mendadak warga berkumpul dan menolak kedatangan petugas. Ada yang bawa pentungan. Kemungkinan ada yang menggerakkan,” ujar Meon penasaran.
Karena peristiwa tersebut, petugas PLN akhirnya pulang. Hal itu untuk menghindari amukan massa. Meski sudah diberi penjelasan maksud kedatangan PLN, warga tetap ngotot menolak.
Tetapi, Meon tetap mendukung langkah PLN ke depan untuk menertibkan pelanggan yang nunggak. Karena, jika dibiarkan tambah dia akan merugikan PLN. (Yan)