Tim Perusahaan Bakal Lakukan Penanggulangan Tumpahan Minyak di Perairan Gili Iyang

SUMENEP, LensaMadura.com – Kapal tugboat Trans Pacific 66 yang menarik tongkang Indo Ocean Marine X dari Pelabuhan Satui menuju Pelabuhan Gresik mengalami cuaca buruk saat melintas di perairan Pulau Gili Iyang, Sumenep.
Akibat kondisi cuaca tersebut, tali penarik tongkang terpaksa dilepas. Tongkang bermuatan CPO sekitar 3.000 metrik ton itu kemudian hanyut ke arah Pulau Gili Iyang dan mengalami kebocoran pada Kamis, 22 Januari 2026.
Dalam kejadian tersebut, tongkang kandas di pesisir Desa Banra’as, Kecamatan Dungkek, Sumenep.
Informasi itu disampaikan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget Azwar Anas kepada LensaMadura.com.
Azwar membenarkan adanya kebocoran muatan minyak dan tumpah ke laut.
Menurut Anas, untuk mencegah pencemaran, pihaknya telah menekankan kepada perusahaan pengangkut minyak agar segera melakukan penanggulangan tumpahan.
“Mulai besok (Sabtu), tim KSOP Kalianget dan pihak perusahaan bersama unsur terkait akan turun ke perairan Pulau Gili Iyang untuk melakukan penyedotan minyak,” ujar Azwar Anas saat dihubungi, Jumat malam, 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, penyisiran dan penyedotan minyak akan difokuskan di sekitar lambung kiri tongkang, khususnya pada tangki nomor 7 dan 9, yang diduga menjadi titik kebocoran.
“Langkah ini dilakukan agar minyak yang tercecer di laut dapat segera tertangani,” pungkasnya. (*)



