Salat Idulfitri: Hukum, Waktu, dan Tata Cara Pelaksanaan

LENSAMADURA.COM – Salat Idulfitri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam pada hari raya. Ibadah ini telah dilaksanakan sejak tahun kedua Hijriah dan menjadi amalan yang terus dijaga hingga kini.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zuhur. Salat Idulfitri disunnahkan sedikit diakhirkan untuk memberi kesempatan menunaikan zakat fitrah.

Adapun tata cara pelaksanaannya sebagai berikut:

Saalat dimulai dengan niat di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat dapat dilafalkan:

أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا/إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

Setelah itu membaca doa iftitah. Pada rakaat pertama, dilanjutkan dengan takbir tambahan sebanyak tujuh kali. Di sela-sela takbir dianjurkan membaca dzikir, seperti:

اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Atau:

سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-A’la. Setelah itu dilanjutkan ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga berdiri untuk rakaat kedua.

Pada rakaat kedua, setelah berdiri, disunnahkan takbir sebanyak lima kali. Setelah itu membaca Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah.

Rangkaian shalat dilanjutkan seperti biasa hingga salam.

Setelah selesai, jamaah dianjurkan tetap duduk untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan khatib. (*)