Petakan Bantuan Secara Bertahap, BAZNAS Sumenep Gelar Koordinasi Kemiskinan Ekstrim

SUMENEP, Lensamadura.com Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep tak tinggal diam dalam melakukan kontribusi nyata bagi pembangun Sumenep. Langkah awal Baznas melakukan pertemuan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pragaan dan Kepala Desa di lima desa miskin ekstrem, yakni Desa Sentol Daya, Jaddung, Pragaan Daya, Pragaan Laok dan Karduluk.

Kegiatan yang dihadiri Forkopimka Pragaan, Puskesmas Pragaan, Polsek Pragaan, Danramil 0827/09 Pragaan, Kepala Desa atau Sekretaris Desa tersebut berlangsung di Kantor Kecamatan Pragaan, pada Kamis (22/12/2022) pagi.

Ketua Baznas Sumenep menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi dengan Kecamatan Pragaan dan 5 desa yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Pertanyakan Peruntukan RTRW, FKMS Demo Bappeda Sumenep

“Hari ini Kami melakukan koordinasi untuk mendapatkan data riil masyarakat miskin di 5 desa miskin ekstrem,” kata Syukri.

Menurutnya, berdasarkan data Kecamatan Pragaan kelima desa miskin ekstrem tersebut yakni Desa Sentol Daya, Pragaan Daya, Desa Jaddung, Desa Pragaan Laok, dan Desa Karduluk.

Baca Juga :  Disdik Sumenep Gelar Bimtek Penguatan Perubahan Pembelajaran Transisi PAUD-SD

“Kami melakukan koordinasi tersebut untuk mengumpulkan informasi secara detail terkait kondisi dan pemicu kemiskinan di 5 desa miskin ekstrem,” ujarnya.

Dengan adanya data riil by name by addres masyarakat miskin di 5 desa tersebut, tergetnya, Baznas Sumenep untuk memetakan bantuan secara bertahap.

Baca Juga :  Data PSU Perumahan Simpang Siur, Besok KPK RI Bakal Turun Lagi Ke Sumenep

Selain itu untuk mengatasi kemiskinan ekstrem melalui gerakan ekonomi usaha produktif (EUP) pada mustahiq.

“Target Baznas Sumenep bagaimana para Mustahiq nantinya menjadi Muzakki sesuai intruksi Basnaz Pusat. Dan juga akan melakukan gerakan ekonomi usaha produktif (EUP) berbasis kearifan lokal,” paparnya.

“Oleh karena itu, kami mengharapkan Kades dan Sekdes mendata para mustahiq, anak yatim, fakir miskin dan kaum duafa,” tambahnya. (Red. Pur)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: