Perempuan, Ketenangan, dan Lelaki yang Gagal Memahami

LENSAMADURA.COM – Ada kalanya masyarakat terlalu cepat memberi nama buruk pada seorang perempuan, bahkan sebelum memahami apa yang sebenarnya sedang ia cari.

Ketika seorang perempuan dekat dengan banyak lelaki, keluar malam, atau memilih jalan hidup yang tak sesuai ukuran moral kebanyakan orang, penilaian segera dijatuhkan.

Ia dianggap haus materi, perhatian, atau kesenangan sesaat. Padahal belum tentu demikian.

Bisa jadi yang ia cari hanya satu. Yakni ketenangan.

Sayangnya, banyak lelaki gagal membaca kebutuhan paling sederhana itu. Mereka datang membawa rayuan, ajakan berkencan, hingga janji kenyamanan yang terdengar indah di permukaan.

Namun di balik semua itu, hubungan sering kali berhenti sebatas hasrat. Perempuan diposisikan sebagai tempat pelarian, bukan manusia yang ingin dipeluk jiwanya.

Di titik itu, perempuan sering tersesat dalam relasi yang berulang. Ia bertemu lelaki demi lelaki, tetapi tak pernah benar-benar menemukan tempat pulang.

Yang datang hanya percakapan singkat, perhatian sementara, lalu hilang tanpa arah. Ada yang menawarkan uang, ada yang memberi hiburan, tetapi sedikit yang hadir sebagai pengayom.

Padahal, tidak semua perempuan menginginkan kemewahan. Tidak semua mencari lelaki dengan kendaraan bagus atau dompet tebal.

Banyak di antara mereka justru ingin didengar tanpa dihakimi. Ingin ditenangkan ketika hidup terasa gaduh. Ingin diperlakukan sebagai manusia yang layak dipahami, bukan sekadar tubuh yang bisa didekati.

Ironisnya, masyarakat lebih senang membicarakan pilihan hidup perempuan daripada alasan yang melatarbelakanginya. Kita mudah menyebut perempuan “nakal”, tetapi jarang bertanya mengapa ia kehilangan rasa aman.

Kita cepat mencurigai caranya mencari perhatian, tetapi lupa bahwa mungkin selama ini tidak ada yang benar-benar memberinya perhatian yang tulus.

Ketenangan itu mahal. Dan sering kali, ia tidak lahir dari uang ataupun hubungan yang penuh gengsi.

Ketenangan hadir dari seseorang yang mampu menjadi tempat bersandar tanpa syarat. Sosok yang tidak hanya datang ketika ingin, tetapi juga tinggal ketika keadaan sedang sulit.

Mungkin itu sebabnya sebagian perempuan terlihat kuat di luar, tetapi diam-diam lelah di dalam. Sebab terlalu banyak lelaki datang membawa keinginan, terlalu sedikit yang datang membawa keteduhan. Tabik. (*)