Penguatan Ideologi Islam Ahlusunnah Waljamaah Di Era Society 5.0, UKM Asyfika Gelar Sekolah Aswaja

Foto. Kegiatan Sekolah Aswaja UKM Asyfika Berlangsung Khidmat Di Aula Kampus STIT Aqidah Usymuni Sumenep (Istimewa For/Lensamadura.com)

SUMENEP, Lensamadura.com Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Asyfika Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (STITA) Terate Pandian Sumenep, Madura Jawa Timur Gelar Sekolah Aswaja, Sabtu, 7 Januari hingga 8 Januari 2023.

Sekolah Aswaja tersebut dilaksanakan untuk mahasiswa baru STITA, Khususnya Anggota baru UKM Asyfika Tahun Akademik 2022-2023 bertempat di Aula Kampus STIT Aqidah Usymuni dan berlangsung Selama 2Hari.

Sebagai informasi, kegiatan Sekolah Aswaja tersebut diikuti oleh 52 Mahasiswa baru STITA dari berbagai jurusan, diantaranya PAI, PBA dan PGMI STIT Aqidah Usymuni dengan mengusung tema ‘Aswaja sebagai basis spiritual, intelektual, dan pergerakan di era society 5,0’.

Sekolah Aswaja menyajikan enam materi kepada peserta, Diantaranya Bedah Tema, Pengertian Dan Sejarah Aswaja, Firqoh Dalam Islam, Nilai-nilai Aswaja, Tokoh Aswaja dan Islam Nusantara.

Baca Juga :  Drumben dan Paduan Suara SMPN 1 Gayam Meriahkan HUT ke-77 RI

Akhmad Syafi pencetus kegiatan Sekolah Aswaja sebagai program kerja wajib UKM Asyfika menyampaikan bahwa sekolah Aswaja dijadikan program unggulan untuk mempertahankan ajaran islam ahlusunnah waljamaah sebagai Manhajul Fikr dan manhajul Haroqah.

Perbincangan terkait Ahlu Sunnah Wal Jama’ah memang harus diungkap secara holistik proporsional adanya. Pemahaman Aswaja sekarang ini tereduksi dengan sistematis bahkan sangat rapi adanya. Kekuatan ide, pergolakan dunia ide seringkali mengesampingkan perbincangan Aswaja sebagai Manhajul Fikr (metodologi berfikir), “Ungkapnya Eks Ketua Asyfika Kepada Media ini, Minggu (8/1/2023).

Sementara itu, Ketua UKM Asyfika menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa sebagai Perguruan Tinggi yang berbasis NU dan Pesantren.

Baca Juga :  Prosesi Hari Jadi ke-753 Sumenep, Begini Kemeriahannya

“Cara pandang ber-Islam yang tidak anti budaya dan tradisi yang disebut Islam Nusantara, dengan pendidikan Sekolah Aswaja ini, akan menambah landasan penguatan dalam berpikir dan bertindak.”, Ungkapnya Misrohatul Ummah saat dihubungi melalui akun whatsappnya kepada media lensamadura.com

Ditambahkan, dirinya menekankan pentingnya memaknai aswaja dalam multiperspektif, Aswaja tidak hanya dimaknai sebagai manhajul fikr (kerangka berfikir) tetapi juga sebagai manhajul harokah (landasan bergerak). Sebagai generasi muda, kita tidak hanya mampu berpikir saja dalam tataran konsep tetapi juga harus bisa bertindak dan bergerak.

Aswaja merupakan falsafah hidup yang membentuk sistem keyakinan, metode pemikiran dan tata nilai. Dengan cakupan itu, Aswaja menjadi sangat luas dan menyeluruh sehingga bisa disebut way of life (cara hidup) sebagaimana Islam itu sendiri.

Baca Juga :  Tim Gugus Covid 19 Kecamatan Raas Lakukan Operasi Yustisi di Pelabuhan Dermaga

“Mengamalkan ajaran aswaja tidak hanya diniati sebagai ajaran agama, tetapi sekaligus juga dipahami sebagai tradisi dan budaya”, Imbuhnya.

Lebih lanjut, Annik Farika sebagai peserta terbaik pada sekolah aswaja tersebut menyampaikan Kesan dan pesannya yang diperoleh selama 2 Hari kegiatan berlangsung, sekolah Aswaja ini sangat bagus dan penting dipelajari atau dikaji oleh generasi milenial di era society 5.0.

Menurutnya, adanya sekolah Aswaja ini diharapkan mampu membekali pemikiran mahasiswa sehingga kontribusi mahasiswa menjadi hal yang nyata dirasakan oleh masyarakat sehingga ideologisasi Ahlussunnah Wal Jamaah juga diteruskan oleh kaum intelektual.

Dirinya berpesan bahwa mahasiswa jangan pantang menyerah dan jangan berputus asa, karena kesuksesan bukan milik mereka yang malas. (Pur)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: