Pemuda Ansor dan Forpemdes Labar Akan Gelar Lomba Lato-Lato, M. Muhri: Ide Kreatif

SUMENEP, lensamadura.com – Pengurus Ranting (PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Forum Pemuda Desa (Forpemdes) Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, akan menggelar lomba lato-lato.

Lomba lato-lato tingkat SD/MI itu akan berlangsung pada Minggu, 22 Januari 2023 pukul 07.00 WIB bertempat di Lapangan Futsal depan Balai Desa Larangan Barma.

Ketua PR GP Ansor Larangan Barma Yanto mengatakan, lato-lato adalah permainan tradisional yang sedang viral saat ini.

“Karena itu Ansor Larangan Barma dan Forpemdes mencoba menyambut permainan ini dengan cara melombakannya” kata Yanto.

Baca Juga :  Ansor Gayam Gelar Upacara HSN 2023, Kenang Resolusi Jihad hingga Doa untuk Palestina

Sementara, ketua Forpemdes Larangan Barma Moh. Wafir menyampaikan bahwa permainan lato-lato ini mengandung nilai positif bagi anak-anak.

“Mari sambut perlombaan ini dengan kegembiraan yaitu dengan cara mendaftarkan anak-anak didik yang masih berstatus siswa MI/SD agar ikut berpartisipasi dalam perlombaan ini,” ajaknya.

Hal lain disampaikan oleh penasehat PR GP Ansor dan Forpemdes Larangan Barma Zaini Zain. Menurutnya, ada beberapa manfaat permainan lato-Lato ini bagi anak anak. Salahsatunya adalah melatih fokus dan keseimbangan.

“Serta bisa melatih kesabaran, menumbuhkan sikap pantang menyerah, mengoptimalkan gerak motorik dan mengalihkan dari kecanduan gadget,” tutur Zaini Zain antusias.

Baca Juga :  Peduli Kebutuhan Warga, Komunitas PSPS di Pulau Sapudi Sumenep Bagikan Migor Gratis

Lebih lanjut, Ketua Fraksi PKB DPRD Sumenep M. Muhri memberikan apreasiasi adanya lomba permainan tradisional berupa lato-lato itu.

Menurut M. Muhri, kegiatan tersebut sebagai cara untuk menjaga tradisi dan budaya. Ide lomba lato-lato cukup kreatif untuk memulai menghidupkan permainan tradisional di Sumenep.

“Kami sarankan kegiatan semacam ini diperluas dengan permainan tradisional lainnya,” ujar M. Muhri

Muhri menilai, kini anak-anak sudah sibuk dengan gadget. Mereka mulai tidak suka bahkan tidak tahu ragam permainan tradisional seperti halnya lato-lato.

Baca Juga :  Bertemu Dengan Ketua DPD RI, Ini keluhan Pelaku Bisnis Ke Pelabuhanan di Tanjung Perak

“Sehingga perlu menggugah anak-anak untuk menyukai mainan tradisional dan pelan-pelan mengurangi waktu main game di gadget yang cenderung memengaruhi anak-anak menyendiri atau individualis,” sarannya.

Muhri berharap, kegiatan tersebut memberikan dampak positif untuk menghidupkan kembali permainan tradisional di Sumenep.

Perlu diketahui, pendaftaran lomba lato-lato ini telah dibuka secara gratis mulai hari ini hingga 21 Januari 2023. Hadiah lomba berupa piala dan uang tunai. Informasi lebih lanjut bisa dilihat melalui link ini. (Rif)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: