Nyalakan Puluhan Lilin, Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Sumenep Tolak Kenaikan Harga BBM

SUMENEP, Lensa Madura – Aliansi Badan Ekskutif Mahasiswa Kabupaten Sumenep (BEMSU) kembali menggelar aksi menyalakan Puluhan Lilin di depan kantor DPRD Sumenep dengan membentangkan Kain Putih Bertuliskan “Mahasiswa Dan Masyarakat Kabupaten Sumenep Menolak Kenaikan Harga BBM dan Kenaikan Harga Bahan Pokok”.

Aksi yang digelar pada Kamis malam tersebut sekitar pukul 21.00 waktu setempat merupakan aksi tindak lanjut terkait penolakan terhadap kebijakan kenaikan BBM yang di sahkan sejak 1 April 2022 kemarin.

Baca Juga :  BEM Sumenep Desak Bupati Serius Atasi Kemiskinan

Pada aksi demonstrasi sebelumnya, BEMSU mendesak DPRD Sumenep untuk menyatukan suara melakukan penolakan terhadap kenaikan harga BBM dan bahan pokok lainnya.

Sikap DPRD menolak kenaikan harga BBM sangatlah penting, sebagai bentuk nyata keberpihakan wakil rakyat terhadap problem Sosial dan kerakyatan. Namun hingga kini belum ada sikap yang jelas dari para Legislator di ujung timur Pulau Madura ini.

Nur Hayat menuturkan bahwa Bakar 50 lilin yang di nyalakan depam Kantor DPRD sumenep itu sebagai simbol matinya DPRD Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kapal Asal Kengean Tenggelam di Selat Sapudi, Ini Penyebabnya

“Aksi ini sebagai tindak lanjut dari aksi kemarin, sebagai respon BEMSU karena tidak ditemui DPRD Kabupaten Sumenep,” kata Nur Hayat.

Seperti minyak goreng, padahal indonesia nomer dua terbesar pengelolaan minyak sawit tetapi harganya melambung dan langka di pasaran,” tuturnya lagi.

Sementara itu ia juga menegaskan bahwa mahasiswa Sumenep akan kembali turun aksi pada Senin, 11 April mendatang. Lanjutan aksi tersebut sebagai wujud keseriusan mahasiswa menolak kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.

Baca Juga :  Petakan Bantuan Secara Bertahap, BAZNAS Sumenep Gelar Koordinasi Kemiskinan Ekstrim

Pihaknya juga memastikan akan terus menggalang kekuatan dari sektor mahasiswa bersama rakyat hingga kebijakan kenaikan BBM dan bahan pokok lainnya dianulir oleh pemerintah.

“Ini sebagai bukti komitmen kita untuk kemudian mempertegas kepada pemerintah baik itu eksekutif atau legislatif bahwa kami bersepakat menolak kenaikan harga BBM dan harga bahan pokok lainnya,” tutupnya. (Pur)

Source: jejakco

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: