SUMENEP, LensaMadura.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Bergerak (PKB) bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep, Sabtu, 14 Juni 2026.
Program yang dijalankan melalui Dinkes P2KB Sumenep itu kali ini menyasar masyarakat Pulau Sapudi dengan melibatkan Puskesmas Gayam dan Puskesmas Nonggunong.
Program tersebut merupakan agenda rutin yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Pada pelaksanaan tahun ini, layanan bedah dipusatkan di Puskesmas Nonggunong. Sebanyak 20 warga mendapatkan tindakan medis pada hari pertama, terdiri atas 10 pasien bedah mayor dan 10 pasien bedah minor.
Sementara itu, berbagai layanan kesehatan spesialistik dipusatkan di Puskesmas Gayam. Pelayanan yang diberikan meliputi operasi mata, layanan Telinga Hidung Tenggorokan (THT), pemeriksaan dan konsultasi kebidanan dan kandungan (obgyn), radiologi atau rontgen, serta sejumlah layanan kesehatan lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Tercatat sebanyak 71 warga memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas Gayam pada hari pertama pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, total 91 warga telah menerima pelayanan kesehatan melalui Program Kesehatan Bergerak di Pulau Sapudi.
Kepala Puskesmas Gayam sekaligus Penanggung Jawab Puskesmas Nonggunong, Haji Incung Haryono, S.Kep., Ns., mengatakan program tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke wilayah kepulauan.
“Program ini bukan pertama kali dilaksanakan. Setiap tahun Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep terus menghadirkan pelayanan kesehatan bergerak ke wilayah kepulauan, termasuk Pulau Sapudi. Kami bersyukur masyarakat dapat memperoleh pelayanan spesialistik tanpa harus menempuh perjalanan ke daratan,” ujarnya.
Menurut Incung, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa layanan kesehatan bergerak sangat dibutuhkan oleh warga kepulauan.
“Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan seperti ini memang dinantikan warga. Kami berharap program ini terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Koordinator Pelaksana Kegiatan, dr. Lisa, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKB tahun ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai disiplin ilmu untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang komprehensif.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang maksimal melalui kolaborasi tenaga kesehatan dari berbagai bidang. Kehadiran program ini tidak hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini serta edukasi kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang warga setempat mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
Menurutnya, layanan kesehatan bergerak mampu mengurangi beban biaya dan waktu yang selama ini harus dikeluarkan ketika berobat ke luar pulau.
“Kami merasa sangat terbantu. Kalau harus berobat ke daratan tentu membutuhkan biaya dan waktu yang lebih banyak. Dengan adanya program ini, pelayanan kesehatan menjadi lebih dekat dan mudah diakses,” tuturnya. (*)
