JAKARTA, LensaMadura.com – Anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap para santri menjadi generasi yang tangguh, taat beragama, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Harapan itu disampaikan LaNyalla saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Haflahtuttasyakur Akhirussanah Yayasan Pondok Pesantren dan Pendidikan Mardhotillah di Krian, Kabupaten Sidoarjo, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut LaNyalla, kegiatan haflah bukan sekadar seremoni kelulusan santri, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga moral generasi muda di tengah berbagai tantangan zaman.
“Acara haflah hari ini bukan sekadar seremonial kelulusan. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen menjaga benteng moral generasi muda,” kata LaNyalla.
Ketua DPD RI periode 2019-2024 itu mengapresiasi peran Yayasan Mardhotillah yang didirikan Ustadz Maliki Muhadi dalam membina pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda.
Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi saat ini semakin kompleks akibat derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang tidak selalu membawa dampak positif.
“Anak-anak kita menghadapi arus informasi yang tidak terbendung. Kondisi ini berpotensi menimbulkan degradasi moral yang mengancam nilai-nilai luhur bangsa maupun ajaran Islam,” ujarnya.
Karena itu, LaNyalla menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai fondasi dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
Menurut dia, pendidikan keagamaan yang kuat dapat menjadi benteng agar generasi muda tidak tergerus oleh dampak negatif modernisasi dan perkembangan teknologi informasi.
“Melalui pendidikan agama yang kuat, kita dapat memberikan tameng bagi anak-anak agar tetap memiliki pegangan moral dan spiritual dalam menghadapi perkembangan zaman,” katanya.
LaNyalla yang juga pendiri Yayasan LaNyalla Academia mengaku memiliki kedekatan dengan kalangan pesantren. Sebelumnya, pada Februari 2026, ia juga memberikan sambutan dalam kegiatan Haflah Santri Yayasan Al Hikmah di Kecamatan Asemrowo, Surabaya.
Ia berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan dapat terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga akhlak, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. (*)
