Kritik Netizen Madura terhadap Skema Virtual Gift Dangdut Academy 7
LENSAMADURA.COM – Sejumlah netizen asal Madura melontarkan kritik terhadap pola dukungan berbasis virtual gift (VG) dalam ajang pencarian bakat Dangdut Academy 7.
Mereka menilai mekanisme tersebut lebih menguntungkan pengelola dibandingkan peserta yang tengah berjuang membangun masa depan.
Salah satu netizen berinisial BL menyampaikan keprihatinannya agar masyarakat Madura tidak terjebak dalam praktik bisnis komersial yang dikemas sebagai ajang pencarian bakat. Menurut dia, dukungan dalam bentuk VG untuk peserta bernama Valen sebaiknya dihentikan.
“Uangnya lebih baik langsung diberikan ke Valen. Itu akan jauh lebih membantu masa depannya,” kata BL dalam unggahan yang beredar di media sosial dilihat LensaMadura.com, Minggu, 21 Desember 2025.
BL menilai sistem VG tidak berpihak pada peserta karena sebagian besar dana justru masuk ke pengelola. Ia memperkirakan peserta hanya menerima sekitar 40 persen dari total hasil voting.
“Kalau dipaksakan kirim VG, hasilnya lebih banyak masuk ke pengelola,” ujarnya.
Ia kemudian memaparkan perhitungan biaya VG yang dinilainya tidak masuk akal. Menurut BL, satu paket D’Sultan pada aplikasi video berkisar antara Rp100 juta hingga Rp120 juta, sementara D’Boss sekitar Rp11 juta.
Dengan skema tersebut, BL mempertanyakan besarnya dana yang telah terkumpul hingga malam penentuan menuju grand final.
“Sudah berapa miliar yang masuk ke pengelola? Sementara hadiah juara satu hanya Rp300 juta,” kata dia.
BL menutup pernyataannya dengan ajakan menggunakan akal sehat dalam memberikan dukungan. Ia menilai pihak yang paling dirugikan dalam sistem tersebut justru peserta yang memiliki kualitas dan potensi.
“Yang jadi korban adalah peserta yang berkualitas,” ujarnya. (*)



