SURABAYA, LensaMadura.com – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyerukan reformasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah berlanjutnya krisis kemanusiaan di Gaza.
Menurut dia, konflik yang terus berlangsung menjadi ujian bagi efektivitas sistem internasional dalam menjaga perdamaian dan melindungi warga sipil.
“Gaza menjadi cermin kegagalan moral dunia. Ketika ribuan warga sipil kehilangan nyawa, keluarga tercerai-berai, dan kehidupan dihancurkan oleh konflik berkepanjangan, komunitas internasional tidak boleh berlindung di balik kepentingan politik dan kalkulasi geopolitik,” kata Musaffa dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menilai perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama masyarakat internasional. Menurut dia, penerapan hukum internasional juga harus dilakukan secara adil tanpa perbedaan perlakuan.
“Dunia tidak boleh kehilangan nurani. Tidak boleh ada standar ganda dalam membela kemanusiaan,” ujarnya.
Musaffa juga menyoroti mekanisme hak veto di Dewan Keamanan PBB. Ia berpendapat sistem tersebut perlu dievaluasi agar organisasi internasional itu dapat menjalankan mandatnya secara lebih efektif.
“Hapus hak veto, wujudkan persamaan kedaulatan negara. PBB harus kembali kepada tujuan awalnya, yaitu menjadi penjaga perdamaian dan pelindung kemanusiaan,” katanya.
Menurut Musaffa, apabila PBB tidak mampu menjalankan fungsi utamanya dalam menjaga perdamaian dan menegakkan keadilan, maka pembahasan mengenai reformasi kelembagaan perlu dilakukan oleh masyarakat internasional.
Ia menambahkan, respons dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza akan menjadi bagian dari catatan sejarah.
“Sejarah tidak hanya mencatat siapa yang melakukan kekerasan, tetapi juga mencatat siapa yang memilih diam ketika kemanusiaan sedang diuji,” ujarnya.
PW GP Ansor Jawa Timur juga menyerukan agar masyarakat internasional mengambil langkah untuk menghentikan penderitaan warga sipil, memastikan akses bantuan kemanusiaan tetap terbuka, serta mendorong terciptanya sistem global yang lebih efektif dalam melindungi nilai-nilai kemanusiaan. (*)
