SUMENEP, LensaMadura.com – Kawasan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, mulai memunculkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Sejak beroperasi pada 2025, kawasan industri tersebut memicu tumbuhnya berbagai usaha kecil yang melayani kebutuhan pekerja dan aktivitas industri.
Sejumlah ruko, warung sembako, minimarket, hingga rumah makan bermunculan di sekitar kawasan APHT.
Aktivitas ekonomi yang sebelumnya lebih banyak terpusat di Kecamatan Ganding kini mulai bergeser seiring meningkatnya mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Pemilik minimarket di sekitar APHT, TH, mengatakan kondisi wilayahnya berubah setelah kawasan industri itu mulai beroperasi. Sebelum APHT dibangun, kata dia, masyarakat lebih banyak berbelanja ke Kecamatan Ganding karena kawasan tersebut relatif sepi.
“Kalau dulu masyarakat biasanya belanja ke Kecamatan Ganding. Setelah APHT beroperasi, orang mulai berdatangan setiap hari. Usaha-usaha baru bermunculan dan pendapatan kami ikut meningkat,” kata TH dilansir dari katamadura.
Menurut dia, kehadiran ratusan pekerja di kawasan APHT mendorong meningkatnya transaksi di berbagai sektor usaha. Tidak hanya minimarket, warung makan, toko kebutuhan harian, dan usaha kecil lainnya juga merasakan peningkatan jumlah pelanggan.
“Setiap hari ada pekerja yang berbelanja, makan, atau membeli kebutuhan lainnya. Dampaknya benar-benar terasa bagi pelaku usaha kecil seperti kami,” ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan sejak awal APHT memang dirancang tidak hanya sebagai kawasan industri hasil tembakau, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kami bersyukur masyarakat mulai merasakan manfaat keberadaan APHT. Harapannya kawasan ini menjadi stimulus ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dapat meningkat,” kata Ramli.
Ia menilai tumbuhnya berbagai usaha di sekitar kawasan menjadi salah satu indikator bahwa APHT mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi lokal.
“Pemerintah daerah akan terus mendorong keterlibatan masyarakat agar manfaat kawasan industri tersebut semakin luas,” ujarnya. (km/inforial)






