BBI Resmi Launching Website Pojok Toleransi

BBI Gelar Launching Website Pojok Toleransi
Pelaksanaan launching website Pojok Toleransi (lensamadura.com/istimewa)

JAKARTA, lensamadura.com – Bahtera Bangsa Indonesia (BBI) menggelar Launching Website Pojok Toleransi dan Diskusi Publik dengan mengusung tema “Memperkuat Nilai-nilai Toleransi Melalui Media Sosial; Upaya Mencegah Radikalisme di Indonesia”.

Kegiatan tersebut berlangsung di hotel Bintang Baru, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Maret 2023. Acara dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh yang kompeten di bidang kebangsaan.

Yakni Direktur Klinik Pancasila Doddy Susanto, Kasubdit Kontra Narasi Densus 88 AKBP Mayndra Eka Wardhana, dan Lily Tjahjandri selaku akademisi dan Dosen di Universitas Indonesia.

Peluncuran website Pojok Toleransi ini diresmikan langsung oleh AKBP Mayndra Eka Wardhana secara simbolik dengan pemotongan pita, didampingi Doddy Susanto dan Founder BBI Ach Sayuthi.

Baca Juga :  Ditjen Hubla Pastikan Pasokan Logistik Lancar selama Libur Lebaran

Dalam kesempatan itu, Ach Sayuthi menyampaikan, launching website ini merupakan tindak lanjut dari sekolah toleransi yang sudah dilaksanakan di Bali beberapa pekan yang lalu. Menurutnya, gerakan serupa harus ditransformasikan di dunia digital.

“Ini adalah tindak lanjut dari program lembaga kami setelah melaksanakan launching program sekolah toleransi di Bali beberapa minggu yang lalu,” kata Sayuthi dalam keterangan rilisnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai toleransi harus disampaikan dengan giat di media sosial, sebab banyak sekali konten-konten radikal dan paham yang salah beredar luas di media. Narasi pelaku-pelaku intoler dan radikalisme yang bertebaran di media sosial harus di-counter dengan narasi-narasi kebangsaan yang penuh kedamaian.

Baca Juga :  229 Atlet Selam Siap Berlaga di Porprov VIII Jatim

Sejauh ini, sambung dia, narasi ektremis dan kekerasan terus menunjukkan tren baru dan perkembangan yang terus naik dari waktu ke waktu. Belum lagi bangsa sudah dihadapkan pada tahun Pemilu yang sarat dengan politisasi kepentingan, termasuk di media sosial.

“Menjadi konsentrasi kami juga, untuk memerangi konten yang menyebarkan nilai-nilai intoleran, ini harus kita perhatikan bersama bersama,” tegasnya.

Baca Juga :  Pelindo Berbagi Ramadhan 2024, Ada Santunan Anak Yatim hingga Sembako Gratis

Sebelumnya, pelaksanaan sekolah toleransi tersebut menggandeng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, bertempat di Gedung Universitas Hindu Negeri (UHN) Sugriwa, Denpasar, Bali, Rabu, 22 Februari 2023

Sekolah toleransi berhasil menggagas konsep dan gerakan perdamaian antar umat beragama dengan mengedapankan nilai-nilai yang toleran.

Acara yang mengusung tema “Interfaith Studies: Merawat Kebhinekaan, Menyemai Perdamaian” itu melibatkan sejumlah peserta dari berbagai agama di Indonesia, seperti Hindu, Budha, Konghucu, Islam, dan Bahai. Mereka datang dari berbagai universitas yang tersebar di Indonesia. (red)

Dapatkan Berita Terupdate dari Lensa Madura di: