Kerusakan Jalan Bragung-Prancak Belum Tersentuh, Warga Desak Perbaikan
SUMENEP, LensaMadura.com – Kondisi jalan penghubung Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, menuju Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep masih memprihatinkan.
Hingga kini, kerusakan kurang lebih 30 meter di sejumlah titik ruas jalan tersebut belum juga mendapat perbaikan.
Beberapa bagian jalan terlihat berlubang dan rusak. Saat hujan turun, lubang-lubang itu tertutup genangan air sehingga menyulitkan pengendara untuk menghindarinya.
Kondisi ini dinilai berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Jalan Bragung–Prancak menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat setempat. Jalur ini digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari mobilitas pekerja, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelajar menuju sekolah.
Kerusakan jalan itu juga menjadi perhatian sejumlah warga yang berharap dapat diperjuangkan oleh wakil rakyat, khususnya anggota DPRD Sumenep.
Salah satu warga setempat, Faynani (25), mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Namun hingga kini belum ada langkah perbaikan yang nyata dari pemerintah daerah.
“Jalan ini sangat vital bagi warga. Banyak yang melintas setiap hari untuk bekerja, membawa hasil pertanian, sampai anak-anak berangkat sekolah. Jadi kerusakannya langsung dirasakan masyarakat,” kata Faynani, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut dia, kerusakan jalan berdampak terhadap keselamatan pengguna jalan. Saat hujan, lubang-lubang yang tertutup genangan air sering kali tidak terlihat oleh pengendara.
“Kalau hujan, lubangnya tertutup air. Pengendara kadang tidak tahu ada lubang. Ini yang sering membuat orang kaget dan hampir terjatuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap akses jalan yang digunakan setiap hari oleh masyarakat.
“Karena ini juga kawasan asal salah satu anggota dewan, kami berharap aspirasi masyarakat bisa diperjuangkan. Minimal disampaikan agar perbaikan jalan menjadi prioritas,” katanya.
Faynani menilai perbaikan jalan juga penting untuk mendukung aktivitas ekonomi warga. Dengan kondisi jalan yang baik, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian akan lebih lancar.
“Kalau jalannya bagus, mobilitas warga lebih lancar. Pengangkutan hasil pertanian juga lebih mudah, dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama wakil rakyat memberikan perhatian serius agar kerusakan jalan tersebut tidak semakin parah.
“Harapan kami sederhana. Semoga ada solusi agar jalan ini bisa segera diperbaiki. Karena ini akses yang dipakai warga setiap hari,” kata Faynani.
Kepala Desa Bragung, Hj Latifah, mengatakan ruas jalan tersebut merupakan jalan kabupaten sehingga kewenangan perbaikannya berada di pemerintah daerah.
“Itu jalan kabupaten. Wewenang pengerjaannya ada di pemerintah kabupaten, bukan desa,” kata Hj Latifah.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M Muhri, saat dihubungi melalui WhatsApp belum merespons permintaan konfirmasi hingga berita ini ditulis, meski pesan yang dikirim telah terbaca. (*)



