SUMENEP, LensaMadura.com – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep meluncurkan Grand Design bertajuk Empowering Era sebagai arah gerakan organisasi masa khidmat 2026–2028. Melalui konsep tersebut, IPPNU Sumenep berkomitmen memperkuat peran pelajar putri melalui sembilan ruang pemberdayaan yang dirancang sesuai kebutuhan zaman.
Ketua PC IPPNU Sumenep, Putri Ramadani, mengatakan bahwa grand design tersebut lahir dari semangat untuk menghadirkan organisasi yang lebih relevan, produktif, dan berdampak bagi kader maupun masyarakat.
“IPPNU harus menjadi rumah belajar yang mampu memfasilitasi pelajar putri untuk berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta berkontribusi nyata di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Sembilan ruang pemberdayaan yang menjadi fokus gerakan meliputi penguatan tata kelola organisasi, perawatan dan pengembangan kader, pelestarian seni dan budaya lokal, penguatan media digital, pengembangan basis pesantren dan sosial kemasyarakatan, pendidikan pelajar putri, penguatan komisariat perguruan tinggi, ekonomi kreatif, serta pendidikan keterampilan.
Menurut Putri, berbagai program yang akan dijalankan tidak hanya berorientasi pada aktivitas organisasi semata, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
“Pelajar putri hari ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, organisasi harus mampu memberikan ruang untuk belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Sebagai fondasi gerakan, IPPNU Sumenep juga mengusung nilai dasar IPPNU BISA, yakni Bersinergi, Inovatif, Solid, dan Adaptif. Nilai tersebut menjadi pedoman dalam membangun kolaborasi, memperkuat solidaritas kader, serta menciptakan berbagai program yang responsif terhadap kebutuhan pelajar putri.
Melalui Grand Design Empowering Era, IPPNU Sumenep berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan, pesantren, maupun masyarakat.
“Empowering Era adalah ikhtiar untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar putri agar berani berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat yang lebih luas,” pungkas Putri Ramadani.(*)
