SUMENEP, LensaMadura.com – Organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) memperingati hari lahir (Harlah) ke-66 pada Jumat, 17 April 2026.
Harlah tahun ini mengusung tema “Aksi Nyata PMII untuk Indonesia”.
Sejak didirikan pada 17 April 1960, PMII telah menempatkan diri sebagai organisasi kader yang berfokus pada penguatan intelektualitas, spiritualitas, dan gerakan sosial.
Memasuki usia ke-66, tantangan yang dihadapi kian kompleks, terutama terkait pesatnya perkembangan teknologi digital.
Mengenai hal itu, Ketua Ikatan Alumni PMII Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni (IKA PMII STITA) Sumenep, Abd Lathif, mengingatkan kader agar tidak melupakan budaya literasi yang selama ini menjadi fondasi gerakan PMII.
Lathif berpandangan, kemajuan teknologi membawa dampak signifikan terhadap budaya literasi di kalangan kader dan mahasiswa.
“Perkembangan teknologi dan media hari ini menjadi tantangan serius. Minat membaca buku, berdiskusi secara mendalam, hingga tradisi intelektual perlahan mengalami penurunan,” ujar Abd Lathif di Sumenep, Jumat, 17 April 2026.
Lathif menjelaskan, kemudahan akses informasi melalui media sosial justru sering kali tidak diiringi dengan kedalaman analisis.
Akibatnya, ruang-ruang diskusi kritis yang selama ini menjadi ciri khas PMII berpotensi tergerus.
Kendati demikian, Lathif menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh disikapi secara pesimistis.
Karena itu, ia mendorong kader PMII untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas intelektualnya.
“PMII harus hadir dengan aksi nyata. Teknologi bukan untuk dihindari, tapi dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat gerakan literasi dan kaderisasi,” pungkasnya. (mr)






