Berita

Dispendik Sumenep Wajibkan Bahasa Madura sebagai Muatan Lokal di Sekolah

SUMENEP, LensaMadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui dinas pendidikan (Dispendik) setempat resmi mewajibkan Bahasa Madura sebagai muatan lokal di satuan pendidikan. Kebijakan tersebut ditegaskan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 Tahun 2025.

Regulasi itu menjadi landasan bagi Dispendik Sumenep dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal.

Kepala Dispendik Sumenep, Mohamad Iksan mengatakan kebijakan sebagai upaya strategis pemerintah daerah untuk memastikan Bahasa Madura tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi muda.

“Semua itu kami lakukan dalam rangka melestarikan Bahasa Madura,” ujar Mohamad Iksan saat mengikuti Rapat Koordinasi Antarinstansi Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 secara daring, Kamis, 19 Februari 2026.

Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Dalam forum itu, Iksan memaparkan sejumlah langkah revitalisasi bahasa daerah yang telah dijalankan sejak 2023.

Iksan menjelaskan, Dispendik Sumenep melibatkan maestro dan guru master Bahasa Madura dalam pelatihan berjenjang. Para guru tersebut selanjutnya melakukan pengimbasan ke sekolah-sekolah melalui kegiatan bimbingan teknis.

Selain pelatihan, pihaknya juga melaksanakan program “Selasa Bersama Berbahasa Madura” untuk membiasakan penggunaan Bahasa Madura di lingkungan sekolah dan internal dinas.

Upaya pelestarian lainnya dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kabupaten. Para pemenang di setiap cabang lomba mewakili Kabupaten Sumenep pada ajang FTBI tingkat provinsi.

Pada FTBI Jawa Timur 2025, delegasi Sumenep berhasil meraih juara umum. Capaian tersebut, menurut Iksan, menjadi indikator meningkatnya kompetensi siswa dalam berbahasa Madura.

Selain itu, Iksan juga mendorong penerbitan buku berbahasa Madura guna menunjang ketersediaan bahan ajar dan bacaan bagi peserta didik.

“Dengan demikian, Bahasa Madura dapat terus dilestarikan dan dikembangkan, baik secara lisan maupun tulisan,” katanya. (*)

Related Articles

Back to top button