Bupati Sumenep Temui Kemenhub, Perjuangkan Akses Transportasi Warga Kepulauan

SUMENEP, LensaMadura.com – Persoalan konektivitas wilayah kepulauan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mendatangi Kementerian Perhubungan di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dirgahayu RI ke-81

Tujuannya, untuk membahas kebutuhan transportasi laut bagi masyarakat kepulauan.

Dalam pertemuan tersebut, Fauzi didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Pemerintah daerah menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini berkaitan dengan mobilitas masyarakat dari pulau menuju daratan utama maupun sebaliknya.

Fauzi mengatakan akses penyeberangan menjadi salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian.

Masyarakat kepulauan, menurut dia, memiliki ketergantungan tinggi terhadap transportasi laut untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Salah satu yang krusial adalah ketersediaan dan kelancaran akses penyeberangan dari pelabuhan bagi masyarakat kepulauan,” ujar Fauzi.

Persoalan transportasi laut tersebut tidak hanya menyangkut kemudahan warga bepergian.

Kelancaran konektivitas juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat untuk mengakses berbagai layanan di wilayah daratan.

Karena itu, Pemkab Sumenep berupaya membuka ruang koordinasi dengan Kementerian Perhubungan.

Pemerintah daerah berharap kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah kepulauan dapat memperoleh perhatian dalam kebijakan pemerintah pusat.

Menurut Fauzi, kondisi geografis Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan membuat transportasi laut menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Konektivitas yang baik diperlukan agar masyarakat pulau tidak semakin tertinggal dalam mengakses berbagai kebutuhan.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kerja sama antara Pemkab Sumenep dan Kementerian Perhubungan.

Pemerintah daerah ingin persoalan transportasi dibahas secara bersama sehingga solusi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan warga.

“Sinergi tersebut penting untuk merumuskan solusi konkret atas kebutuhan transportasi masyarakat kepulauan, baik untuk perjalanan dari pulau menuju daratan maupun sebaliknya,” kata Fauzi. (*)