Warga Montorna Patungan Perbaiki Jalan Rusak yang Bertahun-tahun Tak Tersentuh
SUMENEP, LensaMadura.com – Warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, melakukan perbaikan jalan secara swadaya setelah kondisi jalan desa dan jalan dusun dibiarkan rusak parah selama bertahun-tahun tanpa perbaikan dari pemerintah desa.
Perbaikan jalan dilakukan secara gotong royong sejak 18 Januari hingga 20 Januari 2026 dan hingga kini masih belum rampung.
Jalan yang diperbaiki merupakan akses utama warga di Dusun Montorna, Lembana, Dusun Tanggulun, serta sejumlah titik di Dusun Lenteng dan wilayah selatan Desa Montorna.
“Jalan ini sudah lama rusak dan sangat membahayakan keselamatan warga. Sudah sering dilaporkan, tapi tidak ada tindak lanjut. Akhirnya masyarakat sepakat patungan untuk memperbaikinya sendiri,” kata Indah Susanti, warga Desa Montorna, Rabu, 21 Januari 2026
Menurut Indah, kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengancam keselamatan pengendara, terutama saat musim hujan.
“Kondisi jalan licin dan rusak kerap menyebabkan kecelakaan,” imbuhnya.
Swadaya perbaikan jalan ini, kata dia, murni berasal dari sumbangan masyarakat setempat tanpa bantuan dana dari pemerintah desa.
“Ini dana dari warga, seikhlasnya. Yang penting jalan bisa dilewati dengan aman,” ujarnya.
Salah seorang warga setempat, Rijal, 25 tahun, yang terlibat langsung dalam proses perbaikan jalan, juga menegaskan seluruh dana yang digunakan murni berasal dari sumbangan masyarakat.
“Saya ikut langsung (perbaikan jalan). Dana perbaikan jalan ini 100 persen hasil sumbangan masyarakat,” ujar Rijal saat dihubungi LensaMadura.com.
Rijal berharap pemerintah desa segera mengambil tanggung jawab atas kondisi infrastruktur yang rusak di wilayahnya. Menurut dia, jika pemerintah desa tidak mampu memperbaiki, setidaknya harus ada kejelasan kepada masyarakat.
“Saya berharap pemerintah desa bisa segera memperbaiki jalan-jalan rusak di Desa Montorna. Kalau memang tidak bisa mengatasi, minimal ada kejelasan. Tapi kalau hanya diam dan tidak melakukan apa-apa, lebih baik mundur saja dari tanggung jawab,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Desa Montorna, Moh Huri, membenarkan adanya perbaikan jalan secara swadaya oleh masyarakat.
Ia mengatakan jalan yang diperbaiki tersebut merupakan jalan desa dan jalan dusun yang memang menjadi kewenangan pemerintah desa.
“Benar,” katanya singkat.
Saat ditanya mengapa perbaikan jalan sampai harus dilakukan secara swadaya, padahal seharusnya menjadi perhatian pemerintah desa, Huri menyebut keterbatasan anggaran sebagai salah satu faktor.
“Sekarang ini kan semua serba transparan, anggaran desa bisa dilihat di media sosial. Termasuk anggaran tahun ini,” ujarnya. (mr)



