Valen Finalis D’Academy 7 Diolok-olok, Ketua DPP IKAMA Minta Penonton Jaga Sopan Santun
BANGKALAN, LensaMadura.com – Ketua Bidang Keagamaan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Madura (DPP IKAMA), KH Abdul Muiz Ali, meminta penonton ajang pencarian bakat Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar untuk menjaga sopan santun dalam memberikan dukungan kepada peserta.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya olok-olok terhadap salah satu finalis DA7, Valen asal Pamekasan, Madura, yang disebut dengan kata “monyet” oleh salah satu penonton saat grand final yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional.
KH Abdul Muiz Ali menilai seni dan musik identik dengan nilai adab dan keindahan, sehingga setiap bentuk ekspresi dukungan seharusnya tetap menjunjung etika.
“Dalam setiap kompetisi, wajar jika pendukung mengidolakan peserta yang didukung. Namun, tidak dibenarkan mengolok kompetitor lain dengan kata-kata yang tidak pantas, apalagi dilakukan di ruang publik dan disiarkan secara langsung,” ujar KH Abdul Muiz Ali dikutip dari Liputan9 ID, Senin, 22 Desember 2025.
Ulama asal Bangkalan, Madura, yang juga pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu menegaskan bahwa penyebutan kata “monyet” yang diarahkan kepada Valen dapat dimaknai sebagai bentuk penghinaan terhadap fisik dan martabat seseorang.
Ia menilai wajar apabila pendukung Valen, khususnya dari Madura, merasa keberatan atas ucapan tersebut.
Menurutnya, kejadian itu juga perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak penyelenggara dan lembaga penyiaran agar kejadian serupa tidak terulang.
“Perlu ada aturan yang tegas agar penonton tidak melakukan perbuatan atau ucapan yang merendahkan sesama. Hal ini menyangkut etika dan kredibilitas penyiaran,” katanya.
KH Abdul Muiz Ali berharap ajang pencarian bakat di televisi nasional tetap menjadi ruang hiburan yang sehat serta menjunjung tinggi nilai saling menghormati. (*)



