Berita

Bappeda dan Aliansi BEM Sumenep Gelar Sarasehan Bahas Arah Pembangunan Daerah

SUMENEP, LensaMadura.com – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar sarasehan bertema “Membedah Arah Pembangunan Kabupaten Sumenep” sebagai forum dialog strategis untuk membahas arah pembangunan daerah lima tahun ke depan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Potret Koneng Bappeda Sumenep, Senin, 26 Januari 2026.

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan sarasehan tersebut menjadi ruang penting untuk menyelaraskan perspektif pemerintah daerah dan mahasiswa dalam merumuskan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Forum ini membahas arah kebijakan pembangunan daerah beserta sejumlah program strategis yang telah dan akan dilaksanakan untuk mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep di berbagai sektor,” ujarnya.

Arif menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah merupakan hasil sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.

Keselarasan tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam meningkatkan efektivitas dan keberhasilan pembangunan.

“Perencanaan pembangunan tidak berdiri sendiri, tetapi harus sejalan dengan arah kebijakan di tingkat nasional dan provinsi agar pelaksanaannya lebih optimal,” ujarnya.

Arif juga menyampaikan bahwa sinkronisasi perencanaan tersebut berkontribusi dalam mendorong pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan, yang selama ini menjadi tantangan sekaligus karakteristik Kabupaten Sumenep.

“Perencanaan bukan sekadar dokumen atau angka-angka target. Ini merupakan ikhtiar untuk menata masa depan daerah agar lebih baik,” kata Arif.

Ia menambahkan, perencanaan pembangunan harus mampu menyeimbangkan antara kondisi riil yang dihadapi daerah dengan cita-cita pembangunan yang ingin diwujudkan.

“Perencanaan adalah upaya menyeimbangkan realitas dan cita-cita. Dari situlah perencanaan menemukan maknanya sebagai jembatan menuju masa depan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sarasehan tersebut mendapat respons positif dari Aliansi BEM Sumenep sebagai bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam mengawal serta memberikan masukan terhadap arah pembangunan Kabupaten Sumenep ke depan. (*)

Related Articles

Back to top button